"Sarana di Priok itu dulu KRD tapi kemudian mati. Tanjung Priok ini nanti akan kami kembangkan untuk wisata," kata Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Tri Handoyo di kantornya, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).
Stasiun yang dibangun pada 1877 dan dibuka pada tahun 1914 itu sempat mati suri beberapa kali. Pada tahun 2000 tak lagi melayani penumpang, dan dibuka kembali pada tahun 2009 oleh Presiden SBY untuk melayani jarak jauh, namun di November 2014 kembali tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menunggu persinyalan oleh Kemenhub, Sabtu Minggu ini ada segmen tersendiri," ujar Tri.
Sementara itu, terkait pelayanan di 2015, Tri menyatakan PT KCJ menargetkan penambahan frekuensi sebanyak 100 perjalanan dengan target penumpang 250 juta orang sepanjang tahun ini. Rencana ini dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan perjalanan di siang hari.
"Kalau Jakarta-Bogor itu tidak ada lagi namanya jam kosong, selalu penuh. Makanya kita rubah pola pelayanan. Semua perawatan di malam hari sehingga KRL siang yang semula kita batalkan itu bisa dijalankan," ucap Tri.
โSementara itu, menurut Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCJ, Dwiyana, angka gangguan yang kerap terjadi seperti AC mati dan pengereman kini mengalami penurunan. Upaya replacement untuk armada yang terlalu tua juga dilakukan.
"Replacement itu akan kita perbaiki lagi. Kita juga sekarang sudah bisa kerjasama dengan makers Jepang berupa dukungan suku cadang, teknisi, itu sudah kita lakukan. Lalu 1 Maret nanti akan ada ekspert untuk membantu kita," ujar Dwiyana.
"Lalu lost and found itu hampir tiap hari ada barang ketinggalan. Kami juga ada broadcast email supaya barang-barang itu bisa kembali. Seperti ada kasus uang Rp 500 ribu dan Rp 2 juta ketinggalan dan itu bisa kembali ke penumpang," tambahnya.
(vid/fjp)











































