Pasukan Koalisi akan Tinggalkan Irak dalam Waktu 18 Bulan
Senin, 31 Jan 2005 10:39 WIB
Jakarta - Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat bisa meninggalkan Irak dalam waktu 18 bulan. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri interim Irak, Falah al-Naqib."Saya pikir kami tidak akan membutuhkan pasukan multinasional, asing, di negeri ini dalam 18 bulan," ujar pejabat tinggi Irak tersebut kepada stasiun televisi Inggris, Channel 4 News. "Menurut saya, kami akan mampu bergantung pada diri kami sendiri," imbuhnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (31/1/2005).Menurut al-Naqib, pasukan keamanan Irak hanya membutuhkan waktu 18 tahun untuk bisa mandiri. "Kami sedang membangun pasukan kami dan saya pikir kami akan membutuhkan waktu 18 bulan -- itu perkiraan saya -- bahwa kami akan mendapatkan pasukan yang cukup besar, terlatih dan dilengkapi dengan baik untuk melindungi negara," ujarnya."Jadi saya sangat yakin bahwa kami tidak butuh waktu lebih dari 18 bulan," tandasnya.Hal tersebut disampaikan al-Naqib setelah pemilu bersejarah yang digelar di Irak pada Minggu (30/1/2005) kemarin. Setidaknya 37 orang tewas di beberapa daerah di Irak selama berlangsungnya pemilu demokratis pertama di negeri itu.
(ita/)











































