Aksi yang diikuti berbagai elemen tersebut digelar di simpang empat Tugu Yogyakarta, Jumat (23/1/2014). Turut hadir beberapa orang staf Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, seperti Hasrul Halili, Hifdzil Alim, Zaenur Rahman dan lain-lain.
Dalam aksi selama lebih kurang satu jam mulai pukul 13.15 WIB, mereka membentangkan bebeberapa poster bertuliskan "Rakyat Indonesia Dukung KPK, Selamatkan KPK, Lawan Kriminalisasi KPK". Satu persatu para aktivis melakukan orasi secara bergantian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penangkapan terhadap BW tidak bisa ditolerir karena itu bentuk kriminalisasi. Karena itu kami menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk selamatkan KPK," katanya.
Dia juga memnyerukan agar semua elemen bersatu dan meminta presiden Jokowi untuk menyelamatkan KPK.
Setelah melakukan orasi bergantian. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Selama aksi berlangsung tidak mendapatkan penjagaan ketat dari aparat keamanan. Hanya aparat keamanan yang berseragam preman yang mengawasi di sekitar lokasi aksi.
Aksi serupa digelar di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Berbagai tokoh hadir, diantaranya Romo Franz Magnis Suseno, budayawan Butet Kertaredjasa, Suciwati, dan aktivis antikorupsi. Hingga saat ini, aksi masih berlangsung.
(bgs/try)










































