Saat 800 Kg Sabu Nyelonong Masuk Indonesia

Saat 800 Kg Sabu Nyelonong Masuk Indonesia

- detikNews
Sabtu, 17 Jan 2015 23:44 WIB
Saat 800 Kg Sabu Nyelonong Masuk Indonesia
Jakarta - Sabu atau metamfitamin adalah jenis obat-obatan yang berpengaruh pada syaraf yang sering disalahgunakan sehingga bisa menyebabkan kematian. Secuil saja dari narkoba jenis ini dapat membahayakan sistem syaraf.

Indonesia sudah tegas menabuh genderang perang terhadap narkoba sejak Presiden Jokowi menolak grasi 64 terpidana mati. Tapi siapa sangka masih ada gembong narkoba yang nekat selonongkan barang haram itu dengan jumlah fantastis.

Sindikat Wong Chi Ping membangun markas gembong narkoba mereka di rumah Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat. Pada Senin (5/1/2015) lalu komplotan ini digrebek dan rupanya mereka adalah target dari 7 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"WCP ini sindikat internasional yang diburu tujuh negara," kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, di lokasi penggerebekan, Pertokoan Lottemart, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (5/1/2015).

Semua sudah terencana dengan matang di Citra Garden III Blok C 11, No 2A RT 12/013 kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Kamar mandi dengan bathtub itu disulap oleh mereka menjadi gudang rahasia penyimpanan sabu.

Usut punya usut, mereka ini memasok sabu dari Guangzhou, Tiongkok lewat jalur laut. Sabu dikemas di dalam 42 karung plastik putih. Setiap karung diisi dengan kopi kemasan. Ini menjadi satu cara untuk mengecoh aparat yang sewaktu-waktu bertemu dalam perjalanan.

Mata orang awam pun akan terkecoh bila melihat bungkus kopi yang direkayasa oleh Wong Chi Ping ini. Iming-iming jadi kapten kapal pun dilayangkan untuk nahkoda yang dioperdaya.

"Saya mau dijanjikan kapten di kapal besar, itu yang buat saya semangat. Tidak ada (uang)," kata nahkoda sebuah kapal tongkang Sujardi kepada wartawan di Pelabuhan Dadap, Tanggerang, Selasa (6/1/2015).

Entah berapa anak bangsa yang akan rusak bila sindikat ini dibiarkan berkeliaran. Lebih lagi mereka beraksi di area publik yang siapa saja bisa jadi korban.

Anda punya teman, keluarga, atau kerabat yang menjadi korban narkoba? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com tentang bahayanya narkoba. Jangan lupa sertakan nama dan nomor telepon Anda. Ayo perangi narkoba!

(bpn/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads