Susiyah asal Desa Sumberagung Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, sebelum terbang ke Singapura diajak majikannya Martinus Djomi memang sempat pamit kepada Aris.
Pesan singkat itu diterimanya pada pukul 04.20 Wib, Minggu (28/12/2015). Sesaat sebelum terbang menumpang pesawat AirAsia QZ8501.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istri saya pamitan sebelum terbang. Masih saya simpan," kata Aris saat berbincang dengan detikcom di depan Posko Crisis Center Polda Jatim, Surabaya, Kamis (15/1/2015).
Menurut Aris, putrinya merasa terpukul ketika mengetahui pesawat AirAsia QZ 8501 lost contact dari media online.
"Anak saya tahu dari internet sekitar jam 4 sore. Kan ada daftar manifestnya," ungkap Aris.
Aris yang sedang di lokasi peternakan pun langsung pulang ke rumah setelah dihubungi anaknya.
Β "Tempat ternak bebek saya jauh, saya pulang karena anak saya nangis saat telpon," ungkap Aris.
Minggu malam, Aris bersama kerabatnya langsung ke Posko di Bandara Internasional Juanda untuk memastikan istrinya berada di pesawat tersebut.
"Saya dan anak sempat berharap Susiyah tidak jadi berangkat dengan pesawat itu. Saya juga ke saudara majikan istri saya di Caruban Madiun untuk memastikan," terang Aris.
Kini Aris dan putrinya berharap jenazah Susiyah bisa ditemukan menyusul terungkapnya posisi bodi pesawat.
(gik/try)











































