Kepala LIPI Besuk Korban, ini Analisanya soal Pohon yang Tewaskan 5 Orang

Kepala LIPI Besuk Korban, ini Analisanya soal Pohon yang Tewaskan 5 Orang

Farhan - detikNews
Senin, 12 Jan 2015 17:48 WIB
Kepala LIPI Besuk Korban, ini Analisanya soal Pohon yang Tewaskan 5 Orang
(Foto: Farhan/detikcom)
Bogor - Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain dan jajarannya menjenguk korban luka akibat pohon tumbang di Kebun Raya Bogor (KRB). Dia mengaku belum tahu persis bagaimana pohon tersebut bisa tumbang. Ini penjelasannya.

"Itu memang di luar prediksi. Secara kasat mata, (pohon) memang sehat. Hanya saja, kita kan tidak tahu kalau ternyata di bagian dalamnya sudah keropos," kata Iskandar usai membesuk korban pohon tumbang yang masih berada di ruang perawatan RS PMI Bogor, Senin (12/1/2015).

Keberadaan pohon jenis damar tersebut memang tanggung jawab LIPI. LIPI belum memiliki alat atau teknologi khusus untuk mendeteksi kondisi bagian dalam pohon. "Jadi sampai saat ini kita masih melakukan pengawasan secara secara viusal secara kasat mata," kata Iskandar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, kata Iskandar, selama ini pihaknya selalu melakukan pengawasan dan pemeliharaan berkala. Petugas selalu melaporkan kondisi koleksi pohon di KRB. Selanjutnya, nanti LIPI akan melakukan antisipasi.

"Kita akan lebih giat melakukan pengawasan dan membuat zona-zona bahaya pohon rawan tumbang di Kebun Raya," ungkapnya.

Sementara itu, Amas, Kepala Biro Umum Perlengkapan LIPI mengatakan, pihak LIPI baru memiliki alat yang hanya bisa digunakan untuk mendeteksi kadar air/kelembaban sebuah pohon. "Ini produk 10 tahun yang lalu ya. Makanya ini sudah seharusnya diperbaharui. Alat ini juga tidak bisa dioptimalkan karena dapat merusak pohon," terang Amas yang mendampingi Iskandar di RS PMI.

Menurut Amas, ada alat canggih bernama Camera Thermo Imiz, yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dalam batang pohon. "Jadi dengan alat ini, kita bisa mengetahui kondisi dalam batang pohon. Alat ini memiliki kamera, jadi bisa diketahui dengan cepat, apakah pohon itu keropos atau tidak," kata Amas.

"Cuma alat ini ada di luar negeri, kita belum punya. Harganya pasti mahal," imbuhnya.

Pohon damar tumbang pada Minggu (11/1) kemarin. Empat orang yang berada di dekat pohon, tertimpa dan tewas seketika. Seorang lagi meninggal di rumah sakit.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads