Banjir Masih Menggenangi Palembang
Rabu, 26 Jan 2005 23:30 WIB
Palembang - Banjir yang melanda perkampungan di Palembang akibat meluapnya air Sungai Musi hari ini masih berlangsung. Bahkan, di beberapa tempat banjir itu hingga mencapai 1,5 meter.Berdasarkan pemantauan detikcom, banjir tertinggi dialami pemukiman yang berada di tepian Sungai Musi atau anak sungainya yang berada di Palembang Ulu atau mengarah ke huluan Sungai Musi. Misalnya 7 Ulu, 4 Ulu, 5 Ulu, 2 Ulu dan Kertapati, serta di Gandus.Bila kemarin banjir di perkampungan 7 Ulu hanya mencapai 1 meter, sore tadi (26/1/2005) air mencapai hingga 1,5 meter. Bahkan, beberapa rumah panggung yang tiangnya rendah air sudah masuk ke lantai rumah. Sebagian jalan atau titian di perkampungan yang padat dan sempit itu mulai tenggelam oleh genangan air."Pemerintah harus sadar bahwa Sungai Musi kehilangan tempat untuk menempatkan luapannya. Jadi tolong nian kembalikan anak-anak sungai yang habis tertimbun dikembalikan lagi dan jangan lagi menimbun rawa-rawa," kata Sobirin warga Kertapati, kepada detikcom dengan wajah kesal, saat ditemui di rumahnya, Rabu (26/1/2005).Menurut pedagang ikan di Pasar 16 Ilir ini, pemerintah Palembang selalu menyalakan masyarakat apabila terjadi banjir."Mereka bilang banjir itu disebabkan sampah dari rumah kami. Tetapi coba mereka renungkan soal reklamasi Jakabaring itu, yang membuat air Sungai Musi tak dapat lagi membuang airnya bila meluap. Intinya, hentikan pembangunan ruko atau bangunan lainnya dengan cara menimbun daerah rawah. Kanal dan kolam retensi itu dak apa-apa dengan rawa-rawa kalau soal menampung air," kata Sobirin.Sementara Selasa (25/1/2005) kemarin, Walikota Palembang Eddy Santana Putra kepada wartawan, mengatakan apa yang dialami Palembang saat ini bukan banjir tetapi meluapnya air Sungai Musi. Meluapnya air Sungai Musi itu sebagai gejala alam secara global.
(fab/)











































