Penemuan 3 jenazah ini diterima oleh Posko Halim Perdanakusuma, Jaktim, pada sekitar pukul 18.45 WIB, Rabu (7/1/2014), melalui radio udara. Para nelayan ini kesulitan mengontak ke Basarnas, dan akhirnya informasi disampaikan oleh KRI Hasanuddin-366 yang menerima frekuensi, kemudian meneruskannya ke Posko Halim.
"Informasi dari nelayan Pangkalan Bun, Bapak Joko yang baru pulang dari melaut. Nelayan tersebut berusaha hubungi Basarnas melalui 11,445 namun tidak terhubung," terdengar informasi dari KRI Hasanuddin melalui radio udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"3 jenazah terapung di penarikan ikan di selatan Pangkalan Bun. Dari nelayan disampaikan (jenazah) bergerak terbawa arus menuju timur, ganti," kata petugas di sambungan KRI Hasanuddin.
"Nelayan melaporkan korban hanyut terbawa arus ke arah timur. Mohon Basarnas untuk hubungi bapak Angga, nelayan yang berada di lokasi di 10157,7 atau standby di 11,445," lanjutnya.
Nelayan bernama Angga disebut melihat jenazah saat sedang menarik jaring ketika mencari ikan. Waktu penemuan diperkirakan dimulai pada siang hari dan terakhir di sore hari.
Setelah mengkonfirmasi data, posko Halim yang menerima informasi tersebut lantas segera meneruskannya ke Basarnas. "Informasi sudah kami teruskan ke Basarnas," ucap Juru Radio Udara di Posko Halim.
(ear/bar)











































