Di Semarang, Wabah DBD Masih Belum Mengkhawatirkan

Di Semarang, Wabah DBD Masih Belum Mengkhawatirkan

- detikNews
Rabu, 26 Jan 2005 16:02 WIB
Semarang - Wabah DBD (Demam Berdarah Dengue) di Semarang belum mengkhawatirkan. Memang, sudah ada warga yang terjangkit. Namun, jumlahnya masih sedikit. Di RS Karyadi Semarang, hingga bulan Januari ini hanya ada 18 orang yang diduga terjangkiti DBD, dua orang di antaranya rawat inap (opname). Sebanyak 9 orang tercatat sebagai kasus baru, dan 9 orang lainnya kasus lama.Manajer Rawat Inap RS Karyadi Bambang Sudarmanto mengatakan, dari catatan itu pihaknya menilai DBD belum menjadi wabah di Semarang. Kalau pun ada kasus, itu hanya bersifat sporadis. Jumlahnya juga tidak banyak."Biasanya pada Januari dan Februari, pasien DBD memang meningkat. Tapi di RS kami, jumlahnya minim. Kami tidak tahu situasi di RS lain," kata Bambang yang menemui beberapa wartawan bersama Direktur SDM Rochmanadji Widajat dan Humas RS Karyadi Djayadi di Ruang Direksi RS Kariadi, Jl DR Sutomo, Rabu (26/1/2005).Dikatakan Bambang, sebagai RS rujukan di Jawa Tengah pihaknya sangat teliti dalam memeriksa pasien. Pasien yang pada mulanya diduga terjangkit DBD, kadang-kadang setelah diperiksa hasilnya negatif. Untuk itulah, pihaknya tidak berani menyimpulkan wabah DBD berdasarkan jumlah pasien di RS-nya."Kami selalu menguji penyakit pasien melalui laboratorium dan pemeriksaan klinis. Biasanya, pasien yang benar-benar terkena DBD berada pada stadium 3-4 atau dengue shock syndrome," terangnya.Sementara di RS Roemani, Jl Singosari Timur, dari awal Januari hingga kini jumlah pasien DBD mencapai 16 orang. Mereka semua menjalani rawat jalan dan hanya ada 1 orang yang rawat inap. Selama tahun 2004, pasien DBD mencapai 322 orang, 6 orang meninggal. Humas RS Roemani Syaefulloh mengatakan, sebagian besar pasien merupakan anak-anak. "Satu pasien yang rawat inap juga anak-anak. Dia baru berumur 6 bulan," katanya ketika ditemui di kantornya.Di RS Telogorejo, Jl Ahmad Dahlan, jumlah pasien DBD hanya 3 orang. Selama tahun 2004 (hingga Desember) tercatat 373 orang menjalani rawat inap dan 264 orang menjakani rawat jalan. Tak dilaporkan ada korban jiwa. (asy/)


Berita Terkait