Tiga Gerbong KA Pengangkut BBM Berhasil Dipadamkan
Rabu, 26 Jan 2005 12:11 WIB
Pasuruan - Sekitar pukul 11.30 WIB, tiga gerbong KA pengangkut BBM milik Pertamina yang terbakar baru berhasil dipadamkan. Sebelumnya empat gerbong lainnya sudah berhasil dipadamkan lebih dulu. Kini, PT KA masih berupaya untuk mengevakuasi gerbong-gerbong yang hangus itu. Pemadaman terhadap tiga gerbong KA itu dilakukan oleh para petugas pemadam kebakaran yang khusus didatangkan dari Pertamina Unit Perak, Surabaya. Petugas menyemprotkan air yang telah dicampur dengan larutan khusus, sabo aspiral. Tim juga dibantu oleh 2 unit pemadam kebakaran dari PT PIR Pasuruan. KA pengangkut BBM ini terbakar pada Selasa (25/1/2005) malam di kecamatan Rembang, Pasuruan, Jawa Timur. KA ini membawa 10 gerbong yang berisikan BBM. Total BBM yang diangkut 246.000 ton. Lima gerbang mengangkut premium, 3 gerbong mengangkut solar, dan 2 gerbong mengangkut minyak tanah. Dari 10 gerbong ini, hanya tiga yang selamat dari amukan api. Tiga gerbong yang selamat ini sudah dievakuasi ke stasiun terdekat. Sementara 7 gerbong yang hangus masih tampak di lokasi. Lima gerbong tampak dalam keadaan terjungkal dan dua gerbong lainnya masih tetap di atas rel, namun rodanya tergelincir dari rel. Para petugas PT KA masih menunggu kereta crane yang didatangkan dari Solo. Kereta crane ini digunakan untuk mengevakuasi 7 gerbong KA yang kini masih berada di lokasi. Akibat kebakaran ini, rel mengalami kerusakan sepanjang 150 meter. Rel tampak terbakar, patah, dan terlepas. Praktis, jalur ini tidak bisa dilalui. Petugas KA masih berupaya memperbaiki rel tersebut. Sementara itu, Kapolsek Rembang AKP Riza Yulianto saat ditemui di lokasi menyatakan, pihaknya kini masih terus menyelidiki kebakaran KA ini. "Kita masih terus menyelidiki. Kita belum bisa menentukan tersangkanya," ungkapnya. Sampai Selasa (25/1/2005) malam, polisi sudah memeriksa 3 orang tukang rem yang berada di KA nahas itu. Dan saat ini, ketiga tukang rem ini sudah diperbolehkan pulang. "Tapi, kalau memang masih dibutuhkan, kita bisa panggil lagi mereka," ungkap Kapolsek. Sampai berita ini diturunkan, ratusan masyarakat masih berkerumun di lokasi kebakaran KA. Mereka menonton proses pemadaman gerbong itu. Menurut salah seorang warga, Joko, saat kebakaran terjadi pada Selasa malam, masyarakat yang berada di dekat lokasi sempat panik. Soalnya, minyak dari gerbong sempat mengalir sepanjang 200 meter ke arah rumah-rumah warga. Warga pun berupaya melokasir kebakaran itu, agar tidak menjalar ke rumah warga.
(asy/)











































