"Saya sampaikan bahwa gumpalan minyak, avtur, tenyata itu gugusan karang dan masih nihil," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Bangka Belitung Andriandi kepada wartawan di Posko Terpadu SAR Belitung Timur, Manggar, Belitung, Senin (29/12/2014).
Ada satu titik lagi yang akan dicek oleh Basarnas dengan menggunakan KRI Kamanau, KRI Patimura dan 2 Pesawat Cessna dari Pangkal Pinang dan Surabaya. Penyisiran akan dimulai kembali pada Selasa (30/12).
"Besok kita juga ke arah Pulau Long menuju ke arah Pulau Mindanau tepatnya di selatan Belitung. Rencana jam 06.00 atau 07.00 WIB akan kita mulai penyisiran. Masalah gumpalan asap akan kita kroscek dulu ke Pulau Long. Tadi kita hanya menyisir ke Pulau Tepi. Karena pas mau ke Pulau Long gelombangnya besar," ucapnya.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta sore ini mengatakan bahwa Australia melaporkan sinyal darurat dari perairan Belitung. Ketika lokasi tersebut dicek oleh pesawat Hercules TNI AU, tidak ditemukan serpihan pesawat melainkan tumpahan minyak.
KRI Pattimura kemudian dikerahkan untuk mengecek tumpahan minyak tersebut. Setelah dicek, hasilnya nihil dan tidak ditemukan minyak.
(imk/mpr)











































