"LAPAN juga bentuk tim pencarian menggunakan data satelit. Karena dengan data satelit penginderaan jauh, diupayakan mencari indikasi keberadaan pesawat tersebut," tutur Kepala LAPAN Prof Thomas Djamaluddin saat dihubungi detikcom, Senin (29/12/2014).
Karena kondisi cuaca berawan, imbuh Thomas, sangat sulit mengindera dengan citra satelit optis. Maka LAPAN akan menggunakan citra satelit radar.
"Semua indikasi keberadaan pesawat tersebut akan coba dilihat itu atau mungkin kemudian terjadi kecelakaan dan pecah, puing-puingnya coba diindera. Kalau ada pesawat utuh, mendarat di suatu tempat atau laut dicoba dilihat. Satelit kan bisa mencari luas," imbuhnya.
Apa yang dilakukan pihak LAPAN, imbuhnya, merupakan salah satu upaya pencarian selain yang dilakukan Basarnas melalui kapal laut dan pesawat udara. Namun citra satelit itu juga harus dipilah secara teliti. Data-data yang didapatkan LAPAN akan diserahkan ke Basarnas.
"Pantauan melihat itu luas, melalui satelit gunakan data citra satelit cakupannya menjadi terbatas dan harus dipilah secara terliti. Upaya pencarian juga dilakukan Tim SAR dan kapal. Kalau nanti ada indikasi yang bisa bantu upaya pencarian tersebut akan ke Basarnas, koordinator dengan pencarian pesawat hilang," tuturnya.
(nwk/nrl)











































