Politikus Golkar Hajriyanto Thohari memiliki kenangan tersendiri terhadap sosok Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid. Baginya, pria yang biasa disapa Gus Dur itu memiliki nilai-nilai yang didambakan masyarakat Jawa tradisional.
"Gus Dur punya 3 hal yang dicari orang Jawa tradisional. Ada 3 J, yakni Jenang, Jenak dan Jeneng," ujar Hajriyanto dalam Peringatan Haul 5 Tahun Gus Dur di Komplek Al-Munawaroh, Jalan Warung Silah 10, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (27/12/2014) malam.
Mantan Wakil Ketua MPR tersebut menyebut Gus Dur memiliki nama besar nan harum tak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, dia juga sempat membagi cerita saat menemani Gus Dur dalam lawatan ke Korea Selatan kala menjabat sebagai orang nomor satu dalam negeri. Masih lekat dalam ingatan, Hajriyanto mengatakan Gus Dur sering melontarkan cerita lucu setiap sarapan bersama.
"Saya pernah ikut kunker Gus Dur ke Seoul untuk menghadiri KTT ASEAN-Eropa. Pada waktu makan pagi beliau undang kami untuk sarapan bersama, biasanya beliau mengeluarkan cerita-cerita yang sangat lucu," tutur Hajriyanto.
Dia berharap model kepemimpinan Gus Dur bisa diteladani oleh para pemimpin negeri ini.
"Seperti kata Inayah (puteri keempat Gus Dur) blusukannya Gus Dur berakhir khusnul khotimah. Gus Dur saya rasa memberikan ketauladan kepemimpinan yang baik," pungkasnya.
(aws/gah)










































