Penyergapan berlangsung pada pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya polisi melakukan pengintaian selama beberapa hari di lokasi tersebut. Setelah diyakini betul ada aktivitas penipuan di dalam rumah kontrakan tersebut, tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyergapan.
“Saat disergap, para tersangka berusaha melarikan diri. Ada yang lompat dari lantai 2 kosannya da nada juga yang lari ke atap rumah tersebut,” kata Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Handik Zusen yang memimpin penyergapan tersebut, Jumat (26/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dia mengalami patah tulang juga karena melompat,” ujarnya.
Sementara temannya, Andreas Gali alias Andre alias Jumardin (28) tertangkap setelah ditembak kaki kanannya saat bersembunyi di atas genteng di lantai 2 rumah kontrakan tersebut.
Secara terpisah, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengungkapkan, kedua pelaku melancarkan aksinya dengan mengirimkan SMS ke sejumlah nomor telepon genggam secara acak.
“Modus mereka menawarkan tiket murah, seolah-olah dari agen tiket,” ujar Didik.
Namun, setelah korban mengirimkan sejumlah uang ke rekening para tersangka, tiket yang dijanjikan tidak kunjung diberikan. Sementara nomor telepon tersangka sudah tidak dapat dihubungi saat uang korbansudah melayang.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto mengimbau kepada warga untuk berhati-hati dengan penipuan modus semacam itu.
“Penipuan via SMS ini macam-macam bentuknya, ada yang menawarkan tiket, pura-pura nagih hutang dan lain-lain. Ini sudah banyak terjadi, sehingga masyarakat harus lebih waspada lagi menyikapi SMS-SMS dari nomor tidak dikenal ini,” ujar Heru.
(mei/fjr)











































