Ini Reaksi Warga yang Tinggal di Gang Pattaya

ADVERTISEMENT

Fenomena Gay di Surabaya

Ini Reaksi Warga yang Tinggal di Gang Pattaya

- detikNews
Jumat, 26 Des 2014 16:16 WIB
Gang Pattaya (Merlin/ detikcom)
Surabaya - Banyaknya gay yang sering mangkal di Gang Pattaya, Gubeng, membuat sebagian warga yang tinggal di kawasan itu galau. Komunitas belok dari berbagai usia yang hampir setiap malam di gang yang berada di tepi Sungai Kalimas ini dianggap mengganggu kenyamanan warga dan mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak mereka.

"Saya sudah 42 tahun tinggal di sini, ya setahu saya di sini tempatnya orang laki pacaran sama laki (gay). Mungkin usudah 15 tahunan gang ini dipakai mereka," terang Ny Sumiatun, salah satu warga yang tinggal di Gang Pattaya, Rabu 24/12/2014.

Pantauan detikcom di Gang Pattaya itu selalu ramai oleh para gay alias homo di atas Pukul 19.00 Wib. Beragam usia yang datang di
Gang Pattaya dari pelajar hingga pekerja. Mulai dari yang muda hingga bapak-bapak.

"Tidak hanya nongkrong, mereka biasa 'beli' (istilah untuk gay yang telah melakukan transaksi jual beli diri) langsung pergi ke gang dalam arah selatan yang gelap," kata seorang ibu lainnya.

Ramainya Gang Pattaya dengan komunitas belok itu juga membuat lingkungan menjadi bising. Sebab para gay itu sebagian besar mengendarai motor dan hilir mudik.

"Ya kalau orang-orang homonya sebenarnya mereka baik-baik, tapi kendaraan yang seliweran itu bunyi knalpotnya sangat mengganggu.
Kan jarak antara jalan sama rumah dekat banget." Ujar ibu yang gemar mengenakan daster itu kepada detikcom.

(gik/gah)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT