"Kita lihat saja nanti. Insya Allah dengan pengalaman saya bertahun-tahun ngurus yayasan bapak-ibu, Yayasan Super Semar sekarang sudah menghasilkan dua juta sarjana, saya ketua dewan pembinanya," kata Titiek di sela Munas XX PMI, di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014).
"Kemudian di Yayasan Gotong Royong, saya juga di situ dari tahun '86, kita sudah membantu 746 bencana yang ada di seluruh Indonesia. Kalau ada yang menilai saya nggak kompeten, ya terserah saja," imbuhnya.
Meski mengaku sempat tidak pede melawan JK di bursa pemilihan Ketua Umum PMI, dia memasrahkan hal tersebut. "Tapi ya saya niat baik, Bismillah hir-Rahman nir-Rahim," ujarnya.
Politisi Golkar ini memiliki harapan bila kelak dia duduk di kursi Ketua Umum PMI. "PMI lebih bermanfaat di masyarakat, jadi kalau ada bencana lebih cepat tanggap," harapnya.
Selain itu, putri keempat almarhum Presiden Soeharto ini memiliki prioritas agar undang-undang mengenai kepalangmerahan segera dapat direalisasikan.
(bar/ahy)











































