"Maka itu kita jamin PMI yang turun ke mana pun harus aman," kata Sutarman di PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2014).
PMI mempunyai tugas di bidang kemanusiaan khususnya perang. Saat ini, lanjut Sutarman, PMI cenderung masuk ke dalam konflik masyarakat dan konflik sosial yang menimbulkan korban dan memerlukan pertolongan. Makanya diperlukan prosedur aman soal penanganan bom.
"Kami tadi juga diskusi ringan ada persoalan-persoalan seperti bom yang terjadi beberapa waktu lalu yang memerlukan prosedur khusus secara penanganannya kita memang mengutamakan jika terjadi suatu kecelakaan apa pun yang diutamakan adalah menolong korban," ucapnya.
"Tetapi ketika korban tersebut adalah korban ledakan bom, ini yang memerlukan suatu prosedur khusus. Karena biasanya bom meledak itu masih ada rangkaian-rangkaian bom lainnya yang belum meledak saat itu, sehingga perlu usaha sterilisasi dari petugas kita. Akhirnya langkah berikutnya adalah menolong korban, baru selanjutnya melakukan langkah-langkah olah TKP dan seterusnya," beber mantan Kapolda Metro ini.
Selain itu, proses penanganan kecelakaan lalu lintas juga perlu dijadikan prioritas. Pasalnya angka kematian dalam kecelakaan mencapai 30 ribu hingga 40 ribu orang.
"Oleh karenanya saya kira posisi yang seperti ini memerlukan segera pertolongan dari kita semuanya sehingga setiap kecelakaan yang masih sempat dan kita tolongi dengan cepat sehingga korban-korban tidak terjadi," terangnya.
(fiq/mok)











































