"Perintah Pak Jokowi, bereskan persoalan TKI," kata Nusron saat berkunjung ke kantor detikcom di Jl Warung Buncit, Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Perlahan Nusron memaparkan segudang persoalan seputar pengiriman TKI ke luar negeri. Berawal dari lamanya prosedur pengiriman TKI, sampai banyaknya titik pungli yang harus dibereskan.
"Kemarin saya ke KPK kira-kira ada 19 titik pungli di TKI," beber Nusron.
Nusron memang sudah mengunjungi instansi terkait untuk menuntaskan berbagai persoalan di pengiriman TKI. Namun persoalan yang dihadapi tidaklah mudah.
"Saya sudah ke BPK, KPK, masalahnya complicated," kata Ketua Umum GP Ansor ini.
Sejumlah strategi pun disiapkan. Antara lain bussiness model dibuat lebih sederhana, balai latihan kerja dan lembaga sertifikasi profesi diperkuat, cost of structure dipermurah dan tidak boleh ada pungutan. Selain itu juga Nusron ingin memastikan sumber pembiayaan TKI murah dan akuntabel.
"Ada juga early warning system model," katanya.
Lalu bagaimana early warning system ini dibangun? "Semua TKI mesti buat rekening bank di Indonesia, mereka juga harus memegang kartu handphone Indonesia, tetapi kartu handphone itu harus bisa dikonversi pulsa lokal. Setiap hari ada digital information lewat hp tadi seputar kondisi TKI. Kita bisa kirimkan konten ketenagakerjaan, nanti kalau alarm bunyi kita follow up langsung. Ke depan ini connecting ke kedutaan," bebernya.
(van/try)











































