"Saya sudah terima dari Golkar Munas Bali. Pak ARB datang bersama Pak Idrus, Bambang Soesatyo, MS Hidayat, Nurdin Halid, Pak Cicip yang sayang kenal secara pribadi. Berkas sudah saya terima kami akan proses sesuai undang-undang yang berlaku," ujar Yasonna.
Hal ini dikemukakannya di kantor Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2014). Untuk meredam riak-riak yang muncul di tubuh partai beringin, Yasonna akan membentuk tim khusus.
"Kita akan proses segera, baca dan analisis. Partai Golkar adalah partai besar aset negara, kita sudah punya tim untuk menilai itu. Saya terpaksa membentuk tim karena ada riak-riak," sambungnya.
Dia mengatakan tim yang dibentuknya terdiri dari internal kementerian. Meski demikian, Yasonna belum dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa serta mengesahkan berkas tersebut.
"Yang pasti secepatnya," kata Yasonna.
Lantas bagaimana dengan rencana kubu Agung Laksono yang juga akan melaporkan kepengurusannya ke Kemenkum HAM?
"Saya belum tahu, saya mau rapat ke istana. Semua orang bisa datang ke menteri dan semua pasti kita terima," jawabnya sembari masuk ke dalam mobil meninggalkan lokasi.
(aws/ndr)











































