Banjir, Warga Kampung Taufiq Kiemas Terancam Rawan Pangan

Banjir, Warga Kampung Taufiq Kiemas Terancam Rawan Pangan

- detikNews
Rabu, 19 Jan 2005 23:30 WIB
Palembang - Banjir yang melanda Sumatra Selatan bukan hanya dirasakan masyarakat di Palembang, Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Ribuan warga di Muaraenim juga merasakan dampaknya. Bahkan, warga di tanah kelahiran Taufiq Kiemas ini terancam krisis pangan.Penyebabnya, banjir yang menggenangi ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan mereka sejak sepekan terakhir, membuat semua aktifitas warga lumpuh total.Akibatnya persedian makanan mulai menipis atau berkurang, sementara simpanan uang menipis di tengah harga sembako yang melambung lantaran pasokan sembako dari luar sulit masuk alias terisolir.Maka, untuk mencari nafkah untuk bertahan hidup, sejumlah warga terpaksa mencari ikan atau berdagang buah dari kebun mereka yang tidak terkena banjir. "Kondisi ini tidak akan bertahan lama. Bila berlangsung lama jelas akan terjadi rawan pangan," kata Bupati Muaraenim Kalamuddin Djinab kepada pers, di sela-sela penyerahan bantuan korban banjir dikantornya, Muaraenim, Rabu (19/1/2005).Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Muaraenim berupa 40 ton beras, 200 dus mi instan, 120 botol kecap, 400 kain sarung. Bantuan itu diperuntukkan 7.346 kepala keluarga dari 39 desa yang menjadi korban banjir.Sementara Gubernur Sumsel Syahrial Oesman di tempat yang sama menyerahkan bantuan yang diterima para kepala desa itu berupa 10 ton beras dan benih untuk pasca banjir nanti.Sebagai informasi, sampai hari ini Rabu (19/1/2005) banjir di 39 Desa di Muaraenim, airnya mulau menyurut namun masih belum dapat dilalui karena masih setinggi betis orang dewasa. Selain menyebabkan ratusan hewan peliharaan seperti ayam, sapi dan kambing mati, jalan-jalan utama di puluhan desa itu juga mengalami kerusakan. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini