Jelang Pemilu, Perbatasan Irak akan Ditutup
Rabu, 19 Jan 2005 12:41 WIB
Jakarta - Menjelang pemilihan umum Irak, perbatasan-perbatasan negeri itu akan ditutup untuk mencegah setiap rencana yang akan mengganggu jalannya pemilu. Perbatasan Irak akan ditutup sejak 29 hingga 31 Januari mendatang.Ini merupakan upaya terbaru pemerintah interim Irak untuk mengurangi risiko bagi orang-orang yang akan menggunakan hak suaranya pada pemilu 30 Januari mendatang. Demikian seperti diberitakan CNN, Rabu (19/1/2005).Pemilu bersejarah Irak tersebut akan memilih 275 anggota majelis nasional. Badan tersebut selanjutnya akan menyusun konstitusi yang akan meletakkan landasan bagi sebuah pemerintahan permanen.Sebagai langkah pengamanan pemilu lainnya, otoritas tidak akan menyebutkan lokasi tempat pemungutan suara di Fallujah dan kota-kota lainnya di provinsi Anbar sampai sesaat sebelum pemilu dimulai. Demikian diumumkan komandan Marinir AS, Letjen. John Sattler.Langkah ini diambil agar para militan tidak punya cukup waktu untuk merencanakan serangan terhadap para pemilih ataupun lokasi pemungutan suara.Irak telah berada dalam status darurat negara sejak minggu pertama November lalu. Di bawah keadaan darurat negara ini, Perdana Menteri (PM) interim Irak Ayad Allawi berhak untuk membatasi kebebasan bergerak, menetapkan jam malam dan mengambil setiap langkah keamanan dan militer yang ia pandang perlu.
(ita/)











































