Namun, apa yang dikritisi itu dibantah dengan tegas oleh Mabes Polri melalui juru bicaranya, Inspektur Jenderal Ronny Frangky Sompie. Menurutnya, tidak ada tes yang mengkhususkan mengetahui setiap calon peserta perawan atau tidak.
"Yang ada adalah tes kesehatan secara menyeluruh," kata Ronny di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Tes kesehatan menyeluruh itu dilakukan dengan mengecek seluruh bagian tubuh, termasuk alat vital dan reproduksi. Tidak hanya perempuan, calon peserta polisi laki-laki pun demikian. Tes dilakukan di ruang terpisah. Laki-laki diperiksa oleh medis laki-laki dan perempuan diperiksa oleh medis perempuan.
Ronny menggambarkan, ketika seorang peserta perempuan dicek alat reproduksinya, maka tim medis ingin mengetahui apakah peserta itu mengidap tumor atau penyakit menular.
"Dia akan menghadapi pendidikan fisik, jadi harus diketahui apakah mengidap penyakit atau tidak. Juga dia tinggal satu barak dengan rekan angkatannya, apakah dia mengidap penyakit menular atau tidak," beber Ronny.
Ronny menegaskan, keperawanan bukan faktor utama penilaian seorang calon polisi. "Dalam tes kesehatan bila diketahui dia tidak perawan tapi sehat ya lulus. Sebaliknya, kalau dia tidak sehat walau masih perawan tidak diluluskan," ujarnya.
(ahy/ndr)











































