Aula Plaza Insan Berprestasi, Gedung Ki Hajar Dewantara Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/11/2014) sejak pagi telah ramai. Ribuan jajaran Kemendikbud berkumpul di sana untuk bersilaturahmi dengan pemimpin barunya, Anies.
Pukul 09.00WIB, Anies muncul disambut tepuk tangan riuh ribuan jajarannya. Ia mengenakan kemeja lengan pendek yang didominasi warna biru, dan celana panjang hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai itu, Anies kemudian berpidato di depan ribuan jajarannya yang duduk lesehan. Ia bercerita mengenai banyak hal. Poin pentingnya, ia menekankan bahwa Kemendikbud punya peranan vital dalam menentukan masa depan bangsa nantinya.
"Yang kita kerjakan hari ini, punya impact yang dahsyat buat kemajuan negeri ini masa depan. Tugas kita ini bukan ringan, tapi sangat berat. Extremly important. Kita semua sedang menggambar wajah masa depan Indonesia" kata Anies.
Pidato dengan semangat berapi-api, Anies menekankan pentingnya integritas dan memberantas korupsi di jajaran kementeriannya. Ia berharap Kemendikbud bisa jadi yang terdepan melaksanakan itu.
"Kita harus menjadi bagian yang menjadi hulunya untuk membersihkan republik ini dari seluruh praktek korupsi. Harus di sini, di tempat ini!," ucap Anies, yang lagi-lagi disambut tepuk tangan riuh ribuan jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, Anies juga membeberkan berbagai alasan tentang pentingnya menghargai jasa guru. Kata dia, dirinya tengah merancang gerakan memuliakan guru.
"Kesejahteraan guru itu penting sekali. Makanya saya akan memulai gerakan memuliakan guru," imbuh Anies. Dia berjanji akan berjuang meningkatkan kesejahteraan para guru di seluruh Indonesia. "Gajinya akan diperbaiki," jelasnya.
Anies menilai, Indonesia belum memberi perhatian serius kepada guru. Padahal, cara bangsa memperhatikan guru akan sangat menentukan masa depan Tanah Air.
"Cara sebuah bangsa memperlakukan guru adalah cara sebuah bangsa menyiapkan masa depan. Anda apresiasi guru hari, berarti Anda apresiasi masa depan. Kalau kita tidak menghargai guru, maka kita tidak sedang menghargai masa depan karena kita titipkan persiapan masa depan itu kepada para guru," sambung Anies lagi.
Anies boleh berbangga hati. Niatnya merancang gerakan memuliakan guru itu langsung disambut Dirut PT Transportasi Jakarta, Steve ANS kosasih. Tahun depan, ia berencana membuat kartu khusus agar para guru bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah saat naik TransJ di seluruh koridor.
Menutup pidatonya, Anies juga membuat sebuah permohonan. Ia meminta agar jajaran kementeriannya tidak segan memanggilnya Mas Menteri. Ia ingin menghilangkan jarak, dan merasa muda dengan panggilan itu.
Turun pidato, Anies diserbu ribuan jajarannya yang berebut bersalaman dan mengajak selfie. Ia meladeni permintaan itu dengan ramah. Setelah itu, sosok yang juga Rektor Universitas Paramadina tersebut kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan lain yang telah menanti.
(bar/vid)











































