Maklum politisi yang biasa disapa Ical itu juga berniat maju kembali sebagai calon ketua umum. Sebagai calon inkumben, Ical dituding akan mempersulit kandidat lainnya. Salah satunya dengan membuat skenario agar pemilihan ketua umum dilakukan dengan cara aklamasi.
Namun salah satu Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya membantah tuduhan tersebut. Menurut dia suara-suara miring tersebut merupakan dinamika menjelang Munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tantowi sebaiknya semua pihak bersabar menunggu hasil Rapimnas akhir November ini. "Nanti kita lihat apakah terjadi penindasan seperti yang disuarakan sekarang ini atau tetap demokratis," ujarnya.
Disinggung soal dukungan suara DPD ke siapa, Tantowi menyatakan tak mau sesumbar dahulu. "Suara resmi itu nanti akan disuarakan pada Rapimnas besok. Nanti kita lihat, kalau saya bilang gini nanti dibilang hanya klaim. Nanti kalau di Rapimnas, itulah bukti yang sahih," tandas Tantowi.
Sebelumnya diberitakan, Calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto mencium gelagat tak baik salah satu kubu yang akan bertarung di Munas IX Partai Golkar. Airlangga merasa ada pihak yang mempersulit pencalonan para calon ketum Golkar.
(avi/erd)











































