AS Lakukan Misi Rahasia di Iran
Senin, 17 Jan 2005 11:16 WIB
Jakarta - Amerika Serikat telah melakukan misi pengintaian rahasia di dalam Iran untuk membantu mengidentifikasi potensial target-target nuklir, kimia dan rudal.Demikian diberitakan sebuah majalah di AS, The New Yorker seperti dilansir Reuters, Senin (17/1/2005).Menurut media tersebut, misi rahasi tersebut telah berlangsung setidaknya sejak musim panas lalu. Tujuannya untuk mengidentifikasi informasi target bagi sekitar tiga lusin atau lebih lokasi-lokasi yang dicurigai.Berita yang ditulis oleh reporter ternama Seymour Hersh itu, mengutip salah seorang konsultan pemerintah yang punya hubungan kuat dengan Pentagon. "Orang-orang sipil di Pentagon ingin pergi ke dalam wilayah Iran dan menghancurkan sebanyak mungkin infrastruktur militer," tulis Hersh mengutip konsultan tersebut.Bahkan seorang mantan pejabat tinggi intelijen AS mengatakan pada The New Yorker, "Ini perang melawan terorisme, dan Irak cuma satu kampanye saja. Pemerintahan Bush kini melihat ini sebagai zona perang besar. Selanjutnya, kami akan melakukan kampanye Iran."Gedung Putih membantah berita yang ditulis Hersh tersebut. Meski diakui bahwa bahwa Iran merupakan masalah dan ancaman yang perlu ditangani dengan serius. "Kami tentu saja punya keprihatinan soal Iran. Seluruh dunia punya keprihatinan soal Iran," ujar Dan Bartlett, seorang pembantu utama bagi Presiden George W Bush. "Saya pikir itu penuh dengan ketidakakuratan, dan saya tidak yakin beberapa kesimpulan yang dia buat berdasarkan fakta," ujar Bartlett mengenai artikel yang ditulis Hersh, yang tahun lalu mengekspos berita penyiksaan dan pelecehan tahanan Irak oleh tentara AS di penjara Abu Gharib. . Ditegaskan petinggi AS itu, pemerintah akan terus bekerja melalui inisiatif diplomatik untuk meyakinkan Iran -- yang pernah dijuluki Bush sebagai "poros setan" -- agar tidak mengembangkan senjata nuklir.
(ita/)











































