AS Sangkal Pasukannya di Aceh untuk Tujuan Militer
Sabtu, 15 Jan 2005 22:49 WIB
Banda Aceh - Wakil Menteri Pertahanan AS Paul Wolfowitz menegaskan, pasukan AS yang kini berada di Aceh bukan bertujuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan militer, melainkan hanya untuk membantu mengoperasionalkan peralatan yang ada."Selain mengirimkan tentara, kami juga mengirimkan relawan sipil untuk membantu para korban," ujarnya kepada wartawan di ruang VIP Lanud TNI AU Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Sabtu (15/1/2005).Ketika ditanya soal kebijakan mengenai pasukan asing yang dikeluarkan pemerintah Indonesia hanya berlangsung 3 bulan, Wolfowitz tidak menjawab secara langsung. Hanya saja menurutnya, tentara yang bertugas di Aceh saat ini memiliki tugas yang sama dengan para relawan sipil yang juga dikirim oleh AS."Sama seperti para relawan sipil, kami juga memiliki tujuan agar para korban tsunami dapat hidup dengan layak," ujarnya diplomatis.Wolfowitz yang pernah menjabat sebagai Dubes AS untuk Indonesia ini mengaku terkejut melihat kondisi wilayah yang terkena gempa bumi dan gelombang tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004.Sebelumnya, dia melakukan perjalanan dengan helikopter untuk melihat kondisi Banda Aceh dan sekitarnya dari udara. "Masjid dan gereja masih tetap berdiri setelah kejadian ini. Mungkin kejadian ini memiliki pertanda yang baik untuk masa depan," katanya.
(sss/)











































