Duka 6 Istri Prajurit TNI

Duka 6 Istri Prajurit TNI

- detikNews
Sabtu, 15 Jan 2005 09:05 WIB
Jakarta - Walaupun tidak terkena gelombang tsunami, tapi sejumlah warga Tapaktuan, Aceh Selatan, banyak yang kehilangan keluarganya di Banda Aceh, Calang, Meulaboh dan tempat lainnya di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Nasib serupa juga dialami para istri prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Kodim 0107/Tapaktuan, Aceh Selatan, yang hilang dan belum ditemukan.Di Kodim 0107/Tapaktuan, Aceh Selatan ada enam prajurit TNI AD yang belum diketahui nasibnya. Bahkan hingga kini keenam istri dan keluarganya mencari suaminya di seluruh wilayah Aceh. Keenam prajurit itu hilang saat sedang melaksanakan latihan Sea Raider di kawasan Pantai Uleule, Aceh Besar, Minggu (26/12/2004) lalu.Keenam prajurit yang hilang itu adalah Serka Airudin, Sertu Supomo, Sertu Baharudin, Sertu Yusran, Serda Waruhu, Kopka Husein. "Saat itu mereka sedang latihan di Pantai Uleule, Aceh Besar. Nasib mereka sampai kini belum diketahui, pak. Malah keenam istrinya sampai kini terus mencari ke semua tempat di Aceh ini," jelas Ny. Hamdani (39), warga Komplek Kodim 0107/Tapaktuan kepada detikcom, beberapa waktu lalu.Keenam istri prajurit yang hilang tersebut, lanjut Ny Hamdani, juga sempat mengadukan nasib suaminya kepada KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Ny Hamdani juga kepada detikcom mengaku, orangtua dan keponakannya hilang. Ayahnya bernama Mumin telah ditemukan tewas di sekitar Desa Lumpuuk, Lhok Nga, Aceh Besar. Sayangnya, ibunya bernama Hasanah (57) dan keponakannya bernama Regu (10) hingga kini belum diketemukan."Kami sekeluarga sudah mencari ke Pulau Sabang, Banda Aceh dan sampai ke Jakarta, tapi belum ketemu juga," jelasnya lirih.Warga lainnya, bernama Ny Jamaluddin juga mengaku kehilangan adiknya bernama Firmansyah. Keponakannya itu merupakan anggota polisi air dan udara di Alue Naga, Banda Aceh, berpangkat Bripda hilang setelah terjadinya gempa dan gelombang tsunami. Selain itu, dua keponakannya bernama Eva (20) dan Evi (19) juga belum diketahui di wilayah Sibreh, Aceh Besar."Kami sudah mencari kemana-mana, tapi belum ketemu. Ke mana ya pak, harus mencarinya," katanya.Mendengar pertanyaan itu, memang sulit untuk menjawabnya, apalagi sampai kini baik pihak TNI, Polri, relawan dalam dan luar negeri masih melakukan penyisiran dan evakuasi sejumlah korban yang tewas. Warga yang merasa kehilangan pun hingga kini belum pernah menerima kontak atau kabar berita dari keluarga yang lainnya. (mar/)



Berita Terkait