Para korban tenggelam itu ditemukan pada Rabu (29/10/2014). Jenazahnya kemudian dievakuasi ke Kota Tanjung Balai. Kepala Pos SAR Tanjung Balai Asahan Jul Indra menyatakan jenazah korban ditemukan para nelayan yang membantu pencarian.
"Dua korban sudah dievakuasi dan sudah dibawa ke rumah duka. Sementara satu lagi korban masih dalam perjalanan," kata Indra kepada media di Tanjung Balai, Rabu sore.
Kapal nahas itu berangkat dari Sei Nangka, Sei Kepayang, Asahan pada Senin (20/10). Lantas pada Senin (27/10), saat berada di sekitar Pulau Berhala, cuaca buruk melanda sehingga kapal tenggelam sekitar pukul 02.00 WIB.
Dari 13 awak kapal, sebanyak 10 orang berhasil menyelamatkan diri, namun tiga lainnya tenggelam. Masing-masing Hariyanto (25) yang juga nakhoda kapal, Khairul Bahri (17) dan Khaidir (14). Jenazah Khaidir yang saat ini sedang perjalanan menuju Tanjung Balai.
Selain mencari korban kapal tenggelam, petugas SAR juga sedang mencari satu nelayan yang hilang setelah disambar petir dan jatuh ke laut. Dalam musibah yang terjadi dinihari sekitar pukul 03.00 WIB itu, seorang nelayan juga mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke rumah sakit.
(rul/try)










































