"Itu bukan tindakan sengaja untuk membanting meja. Itu karena dia terburu-buru mengejar para pimpinan dewan," kata pria yang akrab disapa Romi ini usai Rapimnas I PPP di Hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (29/10/2014).
Romi mengungkapkan bahwa hal itu merupakan akumulasi dari tidak didengarnya aspirasi Fraksi PPP saat paripurna. Menurutnya, mikrofon di meja pimpinan PPP dimatikan dari meja pimpinan dewan sehingga tidak dapat menyuarakan aspirasinya.
"Meskipun paripurna kemarin diwarnai keberatan, penyampaian keberatan PPP tidak diakomodir dengan mematikan mic di jajaran pimpinan Fraksi PP. Itulah mengapa PPP melangkah ke meja pimpian untuk menunjukkan 2 surat," ucapnya.
Ia menuturkan surat yang dibawa Hasrul yakni SK Menkum HAM tentang kepengurusan DPP hasil Muktamar VIII yang berlangsung di Surabaya dan surat nama-nama pimpinan fraksi yang ditandatangani Ketum Romi. Romi merasa ada upaya sepihak dari pimpinan dewan agar Koalisi Merah Putih dapat menyapu bersih pimpinan komisi.
"Tapi surat itu tidak digunakan upaya membatalkan yang diketok palu dan justru menutup rapat paripurna. Ini menunjukkan agenda setting membuat sapu bersih alat kelengkapan dewan," ucapnya.
Meski banyak yang menyayangkan perilaku Hasrul, PPP justru tak memberi sanksi. Romi justru terkesan membela dengan meminta masyarakat melihat penyebab pembantingan meja itu.
"Saya menyaksikan sendiri dan itu bukan sebuah kesengajaan jadi bukan soal sengaja atau tidak sengaja tapi untuk mengejar para pimpinan dewan," ucapnya.
(bil/imk)











































