MMI Minta Mega Mau Jadi Saksi Ba'asyir

MMI Minta Mega Mau Jadi Saksi Ba'asyir

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2005 15:35 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengucapkan terimakasih kepada mantan Presiden Megawati yang menolak permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush agar menyerahkan Abu Bakar Ba'asyir. MMI lantas meminta agar Mega bersedia menjadi saksi Ba'asyir.Hal itu disampaikan Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Pusat Fauzan Al Ansori dalam jumpa pers usai mengikuti sidang Abu Bakar Ba'asyir di auditorium Departemen Pertanian, Jl. Ragunan, Jakarta, Kamis (13/1/2005).Penolakan Megawati terhadap permintaan Bush disampaikan mantan penerjemah Deplu AS Frederick Burk saat menjadi saksi sidang Ba'asyir. Burk menjadi penerjemah saat pertemuan Megawati dengan utusan Bush, Ralph L Boyce (dulu Dubes AS untuk Indonesia), anggota National Security Council (Dewan keamanan AS) Karen Berg.Burk dalam kesaksiannya menyatakan dalam pertemuan yang berlangsung di rumah pribadi Megawati itu, utusan khusus Bush itu meminta Ba'asyir ditangkap secara rahasia dan diserahkan kepada AS. Namun, atas permintaan itu, Megawati menolak. "Kami kagum Ibu Mega tampaknya lemah, tapi ternyata ia tegas. Kami harus berterima kasih. Tentu akan sangat mulia jika beliau mau menjadi saksi," kata Fauzan.MMI juga menyampaikan terimakasih kepada Burk yang telah bersedia menjadi saksi Ba'asyir. Burk, menurut Fauzan, berhasil dihubunginya lewat email. Burk bahkan datang ke Indonesia dengan naik pesawat kelas ekonomi. "Dia itu orang AS yang sangat terhormat. Mau meluangkan waktu dengan risikonya untuk menegakkan kebenaran," kata Fauzan.Fauzan mengaku kaget dengan hasil sidang hari ini yang meringankan Ba'asyir. Menurutnya kesaksian sejumlah saksi kali ini membuktikan adanya intervensi AS dalam kasus Ba'asyir. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads