Momen bersejarah yang hanya digelar lima tahun sekali di Indonesia, yakni pelantikan Presiden, telah usai. Gedung MPR yang menjadi saksi pelantikan Presiden ketujuh Indonesia, Joko Widodo, kini mulai dibenahi.
Pembenahan agar suasana tampak seperti sediakala terlihat di setiap sudut Gedung Nusantara MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014).
Tak nampak lagi 'red carpet' yang tadi digunakan Joko Widodo dan Jusuf Kalla melangkah ke Gedung yang diresmikan pada pertengahan '60an ini. Segala macam dekorasi, mulai dari bunga-bunga, tiruan tembok dari gabus, dan guci-guci nampak tak lagi bertengger di sudut gedung ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisa-sisa daun dan dekorasi masih tercecer di sana-sini. Tukang-tukang memang sedang membereskan segala macam dekorasi, termasuk tenda merah putih di ruang tunggu (Holding Room) lantai satu Gedung Nusantara. Truk pengangkut tanaman hias masih menunggu muatan selanjutnya, di pelataran depan Gedung.
Di Gedung Nusantara III, tak nampak lagi foto-foto Presiden dan pasangan hidupnya. Padahal sebelumnya, bertengger foto-foto mulai dari Presiden Soekarno hingga Presiden SBY dan Ani Yudhoyono.
Kesetjenan MPR yang dipimpin Eddie Siregar telah bekerja keras menyukseskan pelantikan yang menuai pujian ini. Pelantikan yang disebut pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah Gun Gun Heriyanto sebagai momen terbaik ini tentu akan dikenang.
(dnu/trq)










































