Klaim Didukung 99% Rakyat Temanggung, DPRD Cecar Bupati

Klaim Didukung 99% Rakyat Temanggung, DPRD Cecar Bupati

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2005 12:02 WIB
Temanggung - Klaim Bupati Totok Ary Prabowo bahwa 99 persen rakyat Temanggung masih mendukungnya dipertanyakan. Anggota DPRD Temanggung juga mempertanyakan tuduhan bupati bahwa aksi-aksi menuntut pengunduran dirinya adalah demo bayaran.Demikian antara lain yang terungkap dalam sidang paripurna DPRD Temanggung di DPRD Temanggung, Jl. Suprapto, Temanggung, Kamis (13/1/2005), yang membahas agenda pengajuan hak angket dan interpelasi terhadap Bupati Totok Ary Prabowo.Klaim didukung 99 persen rakyat Temanggung ini disampaikan Totok saat diwawancarai via telepon oleh stasiun televisi swata SCTV tadi pagi. Hal itu berdasarkan hasil pengamatan dari jalan-jalan keliling desa pada Rabu (12/1/2005) kemarin. Namun, anggota dewan Utoyo Wisnu Putro mengaku memperoleh informasi bahwa Rabu kemarin, dari pagi hingga 14.00 WIB , bupati berada di Hotel Chandra, Temanggung. Karena itu Utoyo menanyakan jam berapa dia keliling desa, dan desa mana saja yang dikunjungi sehingga dia berani mengklaim 99 persen rakyat Temanggung masih mendukungnya.Anggota dewan dari Fraksi PDIP ini juga mempertanyakan tuduhan bupati bahwa penyedilikan Polres Temanggung atas kasus korupsi di lingkungan Pemkab Temanggung berdasarkan informasi dari LSM-LSM hitam. "LSM-LSM itu siapa," tukas Utoyo.Utoyo juga mempertanyakan pernyataan bupati dalam wawancara dengan SCTV tersebut bahwa aksi-aksi menuntut pengunduran dirinya dilakukan orang dari luar Temanggung dan merupakan massa bayaran. Utoyo meminta bupati membuktikan tuduhannya itu.Sebelumnya materi pertanyaan serupa juga sudah diajukan oleh Herie Kusworo, anggota F-PKB DPRD Temanggung. Sementara Yudiwanto, dari Fraksi PDIP, kembali mempertanyakan kinerja dan manajemen bupati terhadap bawahannya sehingga muncul mutasi dan gerakan mundur pejabat yang demikian banyak.Dengan nada sinis Yudiwanto menyatakan, semula ia bangga melihat Bupati Temanggung saat ini karena memiliki gelar akademik seabreg atau banyak sehingga menimbulkan harapan akan dapat memperbaiki Temanggung. "Tapi ternyata justru menimbulkan banyak kekecewaan di masyarakat," katanya. (gtp/)


Berita Terkait