"Kalau sudah bicara KPK, seleksi, calon-calon pimpinan KPK, mudah sekali munculnya kecurigaan," kata SBY di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014).
Dalam kesempatan itu SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Jaksa Agung Basrief Arief, Kapolri Jenderal Sutarman, Seskab Dipo Alam, serta Menkopolhukam Djoko Suyanto. Dari Pansel Capim KPK hadir Menkum HAM Amir Syamsuddin, Harkristuti Harkrisnowo, Imam Prasodjo, dan Ahmad Ubbe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan-jangan (ada pihak yang berpikir-red) kekuasaan ikut mencampuri proses seleksi calon pimpinan KPK ini. Pasti yang dimaksud kekuasaan adalah presiden. Padahal di era demokrasi kekuasaan ada di mana-mana. Oleh karena itu tingkat transparansi setinggi-tingginya bisa diikuti biar proses ini berjalan dengan benar," imbuh SBY.
Dalam kesempatan itu Ketua Pansel Capim KPK Amir Syamsuddin memberikan 2 nama yang lolos seleksi. Dua nama itu adalah Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata.
SBY menegaskan dia tidak akan mengganggu 2 nama capim KPK itu. Ia akan menandatanganinya hari ini untuk diprioritaskan diserahkan ke DPR.
"Hari ini juga insya Allah akan saya tanda tangan. Nanti Pak Sudi dan Pak Djoko tolong teruskan ke DPR dan ini prioritas," perintah SBY.
(bar/nrl)











































