Menurut agenda yang diperoleh detikcom, Kamis (16/10/2014) pada malam ini PPP akan memilih Ketua Umum baru untuk menggantikan Suryadharma Ali. Sebelumnya ditentukan pula mekanisme pemilihan Ketua Umum yang rencananya digelar tertutup di Hotel Empire Palace, Jl Blauran, Surabaya.
Peserta Muktamar yang hadir tercatat sebanyak 844 dari 1.112 yang diundang. Jumlah itu merupakan delegasi 26 DPW PPP dari total 33 DPW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pagi ini agenda yang dilakukan adalah pandangan umum atas pertanggungjawaban DPP PPP yang diagendakan pada pukul 09.00 WIB. Tadi malam telah dilakukan laporan pertanggungjawaban DPP PPP yang berlangsung secara tertutup.
Acara selanjutnya yakni jawaban DPP PPP atas pandangan umum yang akan dipimpin oleh salah satu Waketum. Kemudian akan dilanjutkan dengan pengesahan tata tertib pemilihan ketua umum yang dipimpin Rusli Effendi selaku Ketua Steering Comitee.
PPP kembali mengalami perpecahan internal setelah tak mendapat porsi paket pimpinan MPR bersama Koalisi Merah Putih (KMP) pada 7 Oktober 2014. Saat itu pula DPP dan Fraksi PPP sepakat untuk hengkang ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Namun Ketum Suryadharma Ali bersikeras untuk tetap setia bersama KMP. Dia yang mengaku didukung sejumlah pengurus DPP dan DPW kemudian menyebut Muktamar VIII di Surabaya tidak sah.
Alih-alih hadir, Suryadharma Ali justru menyuruh seluruh DPW untuk meninggalkan arena Muktamar. Meski demikian Sekjen PPP Romahurmuziy menyatakan tetap berharap Suryadharma bisa hadir menutup Muktamar.
"Kita ingin sejarah terulang. Ketika Mukernas di Bogor lalu, Pak Suryadharma dengan kebesaran hati bersedia untuk datang. Kita ingin beliau juga nantinya bisa hadir untuk menutup acara," ujar pria yang akrab disapa Romi itu saat sambutan pembukaan Muktamar, Rabu (15/10) siang.
(bpn/kha)










































