Amien Rais: Ada Kompetisi Berbahaya Antara SBY & Kalla
Rabu, 12 Jan 2005 16:05 WIB
Jakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai, saat ini tidak ada koordinasi yang saling mengisi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Wapres Jusuf Kalla. Menurut Amien, yang terjadi justru kompetisi yang membahayakan antar keduanya di pemerintahan."Telah terjadi inkoordinasi antara dua tokoh nasional ini," kata Amien kepada wartawan saat berbincang-bincang di kediaman pribadinya, Jl. Taman Gandaria C1, Rabu (12/1/2005).Amien mengatakan hal itu menjawab pertanyaan mengenai hasil gebrakan 100 hari SBY yang akan habis akhir bulan ini. Menurut Amien, perbedaan antara SBY dan Kalla sudah terlihat sejak penetapan kabinet beberapa waktu lalu. Dan permasalahan memuncak saat Kalla terpilih sebagai ketum Golkar."Ada indikasi Kalla merasa lebih kuat dari SBY dimana Kalla mengontrol 120an orang di DPR, sedangkan SBY hanya 60an. Secara psikis politis hal itu tidak bisa diingkari, bahwa tangan Jusuf Kalla lebih kuat dari tangan SBY," ungkapnya.Amien juga mengatakan, awalnya memang dianggap baik jika pemerintah didukung DPR karena Golkar sebagai pemenang pemilu berada di bawah wapres. Tapi Kalla saat ini justru mempunyai tiga kepentingan yang berbeda-beda yaitu sebagai pengusaha, ketum Golkar dan Wapres. "Yang terjadi jusru instability," kata Amien.Artinya, lanjut Amien, selain kekuatan pengusaha, seluruh kekuatan politik mulai bergeser dan menumpuk di bawah wapres. Sedangkan di bawah presiden menipis."Seharusnya seluruh kekuatan masalah nasional seperti masalah ekonomi, politik, hankam dan lainnya berada di bawah presiden dan seluruh keputusan ada di tangan presiden. Yang terjadi sekarang justru kekuatan sudah tidak menyatu dan ada kompetisi yang berbahaya," demikian Amien Rais.
(fab/)











































