Dampak Letusan Sinabung, 2.959 Ha Tanaman di Karo Terancam Puso

Dampak Letusan Sinabung, 2.959 Ha Tanaman di Karo Terancam Puso

- detikNews
Selasa, 14 Okt 2014 18:19 WIB
Medan - Dampak debu vulkanik Gunung Sinabung mengancam 2.959 ha areal pertanian di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Gagal panen atau puso akan terjadi jika debu vulkanik yang menutupi tanaman tidak disingkirkan.
 
Kepala Dinas Pertanian Sumut M. Roem menyatakan, dampak debu vulkanik Sinabung minimal menyebabkan pengurangan produksi pertanian di wilayah tersebut. Puso memang belum terjadi, tetapi peluangnya sangat besar.
 
"Sampai saat ini belum ada puso, namun paling tidak akan terjadi pengurangan produksi sebanyak tiga puluh persen," kata Roem di Medan, Selasa (14/10/2014).

Disebutkannya, erupsi yang terjadi di Gunung Sinabung telah berdampak terhadap areal tanaman pangan seluas 2.959 ha yang terdiri atas 35 ha tanaman pangan dan tanaman hortikultura seluas 2.924 ha. Untuk tanaman hortikultura terdiri atas 2.063 ha sayuran, 860 ha buah dan tanaman hias seluas 1 ha dan 7.500 pot.

Mengutip laporan Petugas Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP), Roem menyatakan, debu vulkanik Gunung Sinabung telah menutupi luasan areal pertanian di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Namanteran seluas 364 ha, Kecamatan Payung 50 ha, Kecamatan Berastagi seluas 389 ha, Kecamatan Merdeka 1.401 ha dan Dolat Rayat seluas 651 ha.
 
Komoditi pangan yang terkena dampak di antaranya ubi jalar seluas 13 ha dan padi gogo seluas 22 ha. sedangkan untuk hortikultura komoditi yang banyak rusak adalah jeruk, stroberi, markisa, tomat, wortel, cabe kerting, kembang kol, kentang, kubis, petsai/sawi, lobak, terung, buncis, kangkung, seledri dan lain sebagainya.
 
Terkait dengan situasi ini, sebelumnya Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sudah meminta agar kabupaten tetangga untuk membantu Kabupaten Karo. Caranya dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan penyemprotan tanaman. Operasional Damkar juga dibutuhkan untuk membersihkan fasilitas umum seperti jalan, sekolah dan perumahan warga masyarakat.
 
Beberapa daerah yang sudah mengerahkan damkarnya ke Kabupaten Karo, antara lain Kabupaten Langkat, Phakpak Barat, Dairi dan Kota Medan. Jumlah armada ini masih kurang sehingga daerah yang lain juga diimbau untuk mengirimkan damkarnya.

(rul/try)


Berita Terkait