"Memang prihatin. Sebagai menteri, saya merasa ini harus ada kelembagaannya. Artinya apa di Bukittinggi sudah ada lembaga tertentu yang mengurusi anak atau tidak. Perlindungan anak ini masih jauh di bawah," kata Linda usai mengisi kuliah umum bertema "Revousi Mental Dimulai dari Keluarga, Kampus dan Kota Layak Anak" di Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Selasa (14/10).
Linda meminta korban dilindungi. Sebab, tentu saja, sebagai anak, dia trauma sehingga perlu dilakukan trauma healing. Sedangkan pelaku seharusnya diproses sesuai hukum peradilan anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai antisipasi, Linda yang pernah menjadi anggota DPR RI ini mengatakan pihak sekolah harus lebih jeli melihat kebiasaan anak didik. "Peran orangtua juga harus. Jangan cuma ibu saja, tapi peran ayah juga harus ikut terlibat," kata perempuan kelahiran Bandung ini.
Selain Linda, kuliah umum juga dihadiri Wali Kota Bandung dan istri, Ridwan Kamil dan Atalia Kamil.
(try/nrl)











































