Saat Jokowi Blusukan via Video Conference dengan Petani

Saat Jokowi Blusukan via Video Conference dengan Petani

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 18:34 WIB
Saat Jokowi Blusukan via Video Conference dengan Petani
Jakarta - Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) resmi memperkenalkan 'senjata' barunya untuk memantau setiap daerah di Indonesia bernama e-Blusukan. Petani-petani di seluruh nusantara menjadi yang pertama 'dikunjungi'

Peluncuran program e-Blusukan dilakukan di Kantor Media Centre Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta, Jumat (10/10/2014). Dalam kesempatan itu, Jokowi melakukan video conference dengan berbagai petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Daerah yang terlibat dalam video conference ini yaitu Aceh, Riau, Lampung, Bangka Belitung, Yogyakarta, Maluku Utara, Ambon, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah.

"Bapak, ibu, seluruh petani, yang sore hari ini berada di daerahnya, saya ingin mendengar problem-problem yang berkaitan dengan produk pertanian, dan proses yang ada di lapangan. Saya dengar banyak persoalan yang masih dihadapi oleh petani. Silakan diceritakan," ujar Jokowi mengawali perbincangan.

Di depan Jokowi terpampang layar ukuran 42 inci yang terhubung dengan berbagai daerah. Jokowi duduk santai ditemani Sekjen HKTI Benny Pasaribu.

Awalnya, giliran Maluku Utara untuk berbicara. Namun karena terkendala sinyal, Jokowi beralih ke daerah lain.

"Maaf terputus-putus, pindah dulu ke Riau. Nanti ya," kata Jokowi.

Salah satu petani yang dengan lancar curhat ke Jokowi adalah Rustamari dari Riau. "Saya petani plasma kelapa sawit Asian Agri, sejak tahun 1987. Saat ini umur kelapa sawit kami sudah 27 tahun. Sudah untuk di replanting," ujar Rustamari.

Rustamari bercerita, kerjasama antara Asian Agri dengan paguyuban petani di kelompoknya akan berakhir. Namun dia berharap kerjasama itu tetap bisa berlanjut. Dia juga meminta kepada Jokowi untuk tetap melanjutkan program revitalisasi perkebunan.

"Agar program revitalisasi perkebunan tetap dilanjutkan untuk melanjutkan kehidupan kami dan anak-anak kami," katanya.

Jokowi pun kemudian bertanyam "Yang diperlukan apa?" tanya Jokowi.

"Modal Pak. Kami mohon dari pemerintah, paling tidak subsidi bunga. Dan kami tetap berharap jadi mitra Asian Agri. Butuh modal berkisar Rp 120 juta. Itu untuk dua hektare," ucap Rustamari.

"Wah, banyak banget. Ini bisa kembali berapa lama?" tanya Jokowi.

"Bisa 8 tahun Pak," jawab petani sawit ini.

"Paling lambat (program revitalisasi) kapan Pak?" tanya Jokowi.

"2014 Terakhir, jadi 2015 sudah harus ada biaya replanting. Informasinya 2015 program ini ditutup," cerita Rustamari.

"Biasanya (modal) dari bank apa?" tanya Jokowi lagi.

"Kalau dulu Bank Mandiri. Mungkin nanti bisa dikembangkan ke Bank BNI, BRI," jawab Rustamari.

"Nanti saya dorong Bank Mandiri, BNI, BRI menuju ke Riau. Terus bunganya nanti dihitung dulu," jelas Jokowi.

(jor/mok)



Berita Terkait