Direktur Frankfurt Book Fair Singgung Kemacetan Jakarta

Laporan dari Jerman

Direktur Frankfurt Book Fair Singgung Kemacetan Jakarta

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2014 21:22 WIB
Direktur Frankfurt Book Fair Singgung Kemacetan Jakarta
Frankfurt - Kemacetan Jakarta rupanya menggeser kepopuleran Monas sebagai ikon Ibu Kota. Bahkan Direktur Frankfurt Book Fair, Jurgen Boos juga menyinggung kemacetan Jakarta ini dalam forum internasional.

"Jakarta merupakan kota besar di Indonesia. Sebagai simbol kota besar Jakarta dikenal macet, bahkan sama macetnya dengan Sao Paulo," kata Boos yang disambut gelak tawa peserta konferensi pers.

Hal itu diungkapkan Boos dalam sambutannya saat jumpa pers dalam memperkenalkan Indonesia sebagai Guest of Honour of Frankfurt Book Fair 2015 di Room Fantasy, Congress Center, Frankfurt Trade Messe, Frankfurt, Jerman, Kamis (8/10/2014) pukul 11.00 waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Boos, itu hanya sebagian kecil yang diketahui penduduk dari penjuru dunia lainnya. Masih banyak hal tentang Indonesia yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat dunia, katanya.

Ia pun menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Indonesia 2 tahun lalu. Menurutnya, Indonesia merupakan negara keempat dengan populasi terpadat di dunia yang memiliki keberagaman seni dan budaya.

"Indonesia sangat luar biasa dengan beragam budayanya. Bagaimana kita bisa membawa mereka semua ke Frankfurt?," katanya sambil disambut gelak tawa lagi.

Boos mengenal Indonesia mulai dari budaya, konflik sosial, perpolitikannya hingga pertumbuhan perekonomiannya. "Indonesia merupakan negara demokrasi yang sangat besar," katanya.

Besarnya Indonesia, lanjut dia, tidak hanya dalam konteks jumlah. Tetapi Indonesia merupakan negara berkembang yang juga dikenal sebagai negara pengekspor minyak.

"Dan kalau ke toko buku, mungkin akan banyak yang penjual buku soal Bali dan Jakarta. Tetapi sebenarnya Indonesia lebih besar daripada itu," tuturnya.

Kata dia, untuk menggambarkan besarnya indonesia tidak bisa hanya dalam satu film saja. "Tetapi dalam buku, Anda bisa temukan semua tentang Indonesia. Buku kuliner dengan resepnya yang luar biasa bisa ditemukan dari Indonesia. Rasa makannya yang pedas-pedas, mungkin sama panasnya dengan cuaca Indonesia," tambahnya.

"Saya rasa mungkin dalam beberapa tahun ke depan saya akan kembali ke Indonesia. Tetapi saya tidak sabar menantikan Indonesia sebagai Guest of Honour of Frankfurt Book Fair tahun depan," tutupnya.

(mei/fjp)


Berita Terkait