Agung Laksono Dinilai Otoriter, Pimpinan DPR akan Introspeksi
Rabu, 12 Jan 2005 00:37 WIB
Jakarta -
Wakil Ketua DPR Zainal Maarif menyatakan pimpinan DPR akan melakukan introspeksi terkait kekecewaan anggota dewan dalam rapat paripurna DPR pada Senin 10/1/2005) kemarin. Anggota dewan kecewa karena tidak diberi kesempatan melakukan interupsi. "Ini hal baru. Pimpinan akan introspeksi untuk lebih memberi peluang kepada anggota dewan untuk interupsi," katanya kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/1/2005).Menurut Zainal, kekisruhan kemarin terjadi karena ada perbedaan interpretasi dan bukan karena pimpinan sidang yaitu Ketua DPR Agung Laksono terlalu otoriter. "Kebiasaan paripurna pembukaan masa sidang memang hanya pembacaan pidato tidak menanggapi interupsi."Zainal mengusulkan agar dirumuskan model interupsi yang tepat untuk ke depan. Sedangkan mengenai adanya ide mengajukan mosi oleh anggota dewan, Zainal menyatakan itu tidak akan terpengaruh."Mosi tidak percaya tidak diatur dalam UU dan Tata Tertib DPR. Jadi tidak akan berpengaruh terhadap kedudukan pimpinan. Kecuali Badan Kehormatan DPR memutuskan memang melanggar kode etik.Sejauh ini yang dikabarkan mau mengajukan mosi tidak percaya adalah Fraksi PDIP dan Fraksi PAN. Namun belum ada pernyataan resmi terkait rencana pengajuan mosi ini.Kepemimpinan Agung Laksono di DPR memang mulai banyak menuai protes. Sebelumnya ia sempat diprotes karena ambisinya mengambil posisi Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang berada di bawah Jusuf Kalla.Senin kemarin ia Agung kembali diprotes karena memimpin rapat paripurna dengan sikap otoriter. Agung tidak menghiraukan interupsi yang dilancarkan beberapa anggota DPR. Seusai membacakan pidatonya, meski sejumlah anggota sudah berteriak-teriak di pengeras suara, Agung langsung mengetokkan palu menutup sidang. Dia melakukan itu tanpa memberi kesempatan sedikit pun kepada anggota tersebut untuk menyampaikan interupsinya.
(gtp/)










































