Koalisi Merah Putih kembali unggul atas Koalisi Indonesia Hebat. Koalisi pengusung Pabowo Subianto-Hatta Rajasa itu Rabu (8/10/2014) dini hari tadi memenangkan pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Paket yang mereka usung, yakni Zulkifli Hasan untuk posisi Ketua MPR dengan empat wakil EE Mangindaan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), Mahyuddin (Golkar) dan Oesman Sapta Odang (DPD) menang atas paket yang diajukan Koalisi Indonesia Hebat.
Koalisi Merah Putih pun memiliki sejumlah agenda setelah terpilihnya paket pimpinan MPR yang mereka ajukan. Antara lain mengupayakan agar kerja parlemen makin produktif, dan mendorong revisi sejumlah Undang-undang agar selaras dan sesuai dengan Undang-undang Dasar tahun 1945.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan, saat ini di Undang-undang Perbankan pengusaha asing bisa memiliki 100 persen saham di perusahaan nasional. Ada juga salah tafsir di kalangan masyarakat tentang sistem presidensial dengan parlementer.
"Kami konstruksi kembali berpikir kami. Dewasa ini kerancauan terjadi, bicara presidensial ada bau-bau parlementer. Kepentingan nasional Undang-undang Perbankan memberikan asing beli saham 100 persen," kata politisi Partai Golongan Karya itu.
Kemenangan di MPR sekaligus menambah 'skor' Koalisi Merah Putih Vs Koalisi Indonesia Hebat 5:0. Idrus menyebut paket pimpinan MPR yang terpilih saat ini sangat ideal.
Nama-nama yang terpilih mewakili unsur ke-Indonesia-an yang terdiri atas ribuan pulau dan suku. Zulkifli Hasan misalnya mewakili wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hidayat Nur Wahid mewakili unsur Jawa, EE Mangindaan mewakili unsur Sulawesi sekaligus non muslim.
"Saya punya keyakinan bahwa pertimbangan komposisi aalasan anggota DPR rasional memilih (paket) ini," dalih Idrus.
(erd/nrl)











































