Dampak Tsunami, Pemerintah Tingkatkan Anggaran Pariwisata
Selasa, 11 Jan 2005 17:51 WIB
Jakarta - Dampak gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut diantaranya adalah berkurangnya wisatawan khususnya manca negara. Oleh karena itu, Pemerintah meningkatkan anggaran promosi pariwisata hingga dua kali lipat."Memperbaiki traumatik imej pariwisata negara yang terkena bencana akan lebih cepat dari terorisme. Dengan peningkatan promosi dua kali lipat saya yakin dua kali lipat pariwisata kembali normal," kata Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik usai acara Anugerah Pesona Wisata Indonesia 2004 di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (11/1/2005). Lebih lanjut Jero mengatakan, karena perekonomian pariwisata langsung menyentuh rakyat maka anggaran pariwisata yang dikeluarkan untuk promosi ke media manca negara menjadi dua kali lipat. "Salah satu cara, kami juga meminta seat capacity pesawat yang menuju Indonesia ditambah dalam rangka mencapai target pemulihan pariwisata," ungkap Jero. "Saat ini kami sedang membahas early travel system. Agar nantinya, kita dapat melakukan antisipasi jika ada bencana," tandasnya.Sementara, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani mengakui, hotel yang berada di pinggir pantai sangat terganggu pemasukannya pasca bencana tsunami. "Banyak wisatawan asing mengcancel kunjungan wisata ke Indonesia, terutama yang terparah adalah daerah Banten, Pelabuhan Ratu dan Sumatera Barat," tandasnya."Sebelumnya tingkat hunian di sana mencapai 60 persen sekarang hanya terisi 25 persen saja," tukasnya. Untuk mengatasinya. kata Yanti, PHRI telah bekerjsa sama dengan BMG untuk selalu memberikan info yang jelas. "Harapan saya pada Februari kan ada Golden Week Chinese New Year. Dengan adanya event ini diharapkan dunia pariwisata akan normal," tegasnya."Pihak hotel juga sudah berusaha menyiapkan sistem evakuasi bila terjadi tsunami atau bencana lainnya," janjinya.
(mar/)











































