Ahok: 6.000 Orang Tewas di Jalur KA Per Tahun

Ahok: 6.000 Orang Tewas di Jalur KA Per Tahun

- detikNews
Rabu, 01 Okt 2014 16:36 WIB
Ahok: 6.000 Orang Tewas di Jalur KA Per Tahun
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut angka kematian di jalur kereta api jumlahnya mencapai 6.000 orang per tahun. Hal ini harus dicegah oleh Dirut PT KAI Ignasius Jonan.

“Pak Jonan ini selama jadi Dirut Kereta Api 'membunuh' lebih banyak orang daripada jenderal yang membunuh orang ya pak. Karena selama ini lebih dari 6.000 orang meninggal di jalur kereta api per tahun,” kata Ahok saat memberi sambutan.

Sambutan tersebut dilakukan dalam rangka penandatanganan MoU pemprov DKI dengan PT KAI serta Kemenhub di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (1/10/2014). Jonan yang berdiri di samping kiri Ahok hanya tersenyum sambil mengangguk ke arah Ahok mendengar ucapan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bahkan masinis juga stres karena melihat orang yang sengaja menunjukan wajahnya saat mengakhiri nyawa di atas rel kereta,” imbuh Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu berujar, perlintasan sebidang (alur pertemuan rel dengan jalan umum) lebih baik. Apalagi jika sudah ada underpass ataupun jalur layang.

“Tentu ini harus ditutup, supaya tidak terjadi kecelakaan yang tinggi, hampir tiap hari begitu matahari terbit kata Pak Jonan, satu nyawa melayang di Jakarta. Kita harus lebih tegas karena tiap nyawa berharga,” ucap mantan Bupati Belitung Timur itu.

Tadi siang, ketiga pihak sepakat menandatangani MoU tentang penertiban dan penataan lahan di bawah jalan layang kereta api. Kerjasama ini melingkupi pembangunan jalan inspeksi, pembangunan ruang terbuka hijau serta menggabungkan dan menghilangkan perlintasan sebidang. Selain AhoK dan Jonan, turut serta meneken MoU yakni Dirjen Perkertaapian Kemenhub RI Hermanto Dwi Atmoko.

(ros/mad)


Berita Terkait