Konflik RI-GAM Harus Dibawa ke Dunia Internasional
Senin, 10 Jan 2005 22:45 WIB
Bandung - Pertempuran yang masih terjadi antara militer RI dan GAM akan memperburuk situasi Aceh saat ini, termasuk mengundang kecaman internasional. Untuk itu diperlukan ruang untuk duduk bersama dan selanjutnya dibicarakan pada wadah pertemuan internasional.Hal ini disampaikan oleh analisis senior dari Conflict Transformation Service Deisy Ronnie, di sela seminar internasional agama dan konflik di Hotel Jakarta, Jl. Ir. H Juanda, Bandung, Senin (10/1/2005)."Saya rencananya akan membawa kembali diskusi isu keamanan Aceh pasca tsunami ini ke dunia international," ujar Deisy. Conflict Transformation Service adalah lembaga konsultan di Swedia yang bekerja memberikan rekomendasi pada komisi Eropa.Menurut Deisy, saat ini perhatian dunia international terhadap Aceh makin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan Koffi Annan dari PBB, serta beberapa kebijakan soal penundaan moratorium hutang Indonesia dan kebijakan Malaysia untuk menunda pemulangan TKI dari Indonesia."Ini momen yang bagus," ujarnya.Dalam pandangannya, masalah keamanan Aceh pasca bencana sudah memasuki tahap emergency relief."Perangnya semakin terjadi pada area sipil, di tempat pengungsian. Tidak di hutan lagi. Untuk itu pemerintah harus segera melakukan rehabilitasi secara kolektif terhadap masyarakat Aceh. Tak hanya rehabilitasi korban bencana, tapi juga rehabilitasi korban akibat perang," tegas Deisy.
(fab/)











































