Pantauan detikcom di depan Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Lulung berorasi pada pukul 13.30 WIB. Lulung memakai kemeja putih lengan panjang yang digulung selengan.
"Aksi FPI menolak Ahok untuk dilantik ini sudah dibicarakan. Pertama, kami sebagai DPRD menerima aspirasi mereka dan akan melakukan hak interpelasi (hak meminta penjelasan-red). Oleh karena itu, ditampung oleh kami. Doakan saja apa yang disampaikan teman-teman ini menjadi amanah anggota dewan. Persoalan Ahok dan Haji Lulung adalah bukan head to head tapi persoalan Jakarta dan warga DKI. Ini juga persoalan wagub dengan DPRD," kata Lulung yang berorasi di atas mobil komando.
Namun, tiba-tiba, konsentrasi massa terpecah. Ada keributan kecil yang memicu perhatian massa. Massa terlihat memukuli seorang pemotor berhelm hitam yang lewat.
Melihat insiden itu, Lulung menenangkan. "Tenang-tenang! Massa jangan terpancing!" teriak politisi dari PPP ini.
Peringatan itu tak mempan. Malah menarik perhatian massa lain yang kemudian ikut mengejar dan memukul pemotor itu. Ada yang dengan tangan kosong, ada yang menggunakan tongkat.
Pemukulan itu terjadi diduga karena pemotor yang naik motor Ninja protes karena demo membuat macet. Tak terima atas protes itu, massa FPI memukulinya. Polisi kemudian menyelamatkan pemotor itu sehingga pemotor kemudian bisa pergi. Sekitar pukul 14.00 WIB, massa sudah bubar.
(nwk/nrl)











































