Perlu Dibuat Jalan Baru Jalur Meulaboh-Banda Aceh
Minggu, 09 Jan 2005 19:07 WIB
Meulaboh - Jalur di sepanjang Pantai Barat dari Meulaboh menuju Banda Aceh rusak parah. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengatakan perlu dibangun jalan baru. “Jalan dari Meulaboh menuju Banda Aceh lewat Pantai Barat ini harus dicari dan dibuatkan jalan baru karena sudah tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya usai rapat evaluasi dengan seluruh komandan batalyon dan pimpinan Satkorlak di Markas Kompi C, Meulaboh, Aceh Barat, Minggu (9/1/2004). TNI AD, lanjut Ryamizard, akan melakukan survei ke sejumlah wilayah untuk pembuatan jalan baru. “Saya sudah perintahkan pemotretan udara, bagaimana nanti apa yang harus kita lakukan karena sangat parah dan berat sekali. Tapi walau seberat dan separah apapun, ini kan negara kita, kita harus menyelesaikannya,” katanya. Ia menambahkan, penyelesaian jalan yang rusak dari Medan menuju Meulaboh sudah tuntas. Bahkan 3 jembatan yang sebelumnya rusak sudah bisa dilalui. “Sedangkan untuk jalur Meulaboh menuju Banda Aceh belum bisa digunakan karena kita lebih menitikberatkan kepada pengungsi agar lebih tenang dan tidak kelaparan lagi. Setelah itu baru kita akan melakukan pembuatan jalan dan jalur baru,” paparnya. Untuk membuat jalan, kata Ryamizard, tidak akan melibatkan tentara asing. Selama ini, kerja sama dengan tentara asing sudah rutin terjalin dalam pendistribusian bantuan sembako dan pelayanan kesehatan kepada pengungsi berkoordinasi dengan Danrem Teuku Umar serta satgas penanggulangan bencana alam di Banda Aceh. Sekadar diketahui, Sabtu (8/1/2005), TNI AD telah mendatangkan sejumlah alat berat dari zeni konstruksi. Sejumlah alat berat itu akan digunakan untuk melakukan rehabilitasi infrastruktur di wilayah NAD.
(rif/)











































