Kisah Petani Tuna Netra Memohon Kesembuhan di Multazam

Laporan dari Arab Saudi

Kisah Petani Tuna Netra Memohon Kesembuhan di Multazam

- detikNews
Senin, 22 Sep 2014 21:12 WIB
Kisah Petani Tuna Netra Memohon Kesembuhan di Multazam
Tata Hobir Isna (Elvan/detikcom)
Madinah - Siapa saja bisa terharu mendengar cerita perjalanan suci Tata. Petani tuna netra itu menabung bertahun-tahun demi beribadah haji untuk memohon kesembuhan kepada sang kuasa. Seperti apa kisahnya?

Petugas haji sektor khusus Masjid Nabawi, Kompol Sugeng Supriyanto, sedang berpatroli di pintu 16 masjid Nabawi pada Jumat (19/9/2014) saat seorang jamaah haji Indonesia berjalan menabrak-nabrak jamaah lain di selasar Masjid Nabawi. Jamaah laki-laki itu adalah Tata, sang petani tuna netra yang terpisah dari rombongannya.

Kompol Sugeng pun mendekati jamaah sembari mengucap salam. "Saya petugas haji Indonesia Pak, saya polisi Indonesia, bapak mau ke mana?" tanya Sugeng sembari memegang tangan Tata yang sudah mulai keriput.

"Saya Tata dari Cianjur, saya tertinggal rombongan Pak, saya tidak melihat Pak, saya ini buta," kata Tata.

"Subhanallah," kata Sugeng sambil membimbing Tata ke posko Toilet 10 tempat petugas Sektor Khusus Masjid Nabawi biasa mengidentifikasi jamaah tersesat.

Begitu tiba di posko, petugas haji khusus langsung melihat gelang yang dipakai Tata. Selanjutnya diketahui jamaah buta tersebut bernama Tata Hobir Isna, jamaah asal kecamatan Cilaku, Cianjur, Jabar. Dia jamaah haji kelompok terbang 28 dari embarkasi Jakarta-Bekasi. Dia tiba di Tanah Suci dengan nomor paspor A 8628285.

Selanjutnya, Tata Hobir Isna dibimbing Sugeng dari Posko 10 ke depan Jalan Madinah Hilton untuk diantar dengan mobil ke Hotel Wardah Mubarak dimana Tata Hobir Isna menginap. Dalam perjalanan, Tata bercerita kepada Sugeng bahwa dia Buta sejak umur 5 tahun.

"Niat dia untuk berhaji sejak akil balig dengan niat yang kuat, Tata kerja keras sebagai petani padi dan palawija menabung bertahun-tahun," ungkap Sugeng menirukan kata-kata Tata.

Pada tahun 2010, Tata mendaftar sebagai jamaah haji. Setelah menunggu 4 tahun lamanya, akhirnya di tahun 2014 ini Tata mendapatkan visa haji.

Bercucuran air mata, Tata mengatakan bahwa dia ingin berdoa di multazam memohon kepada Allah agar matanya bisa melihat lagi minimal mata hati bisa melihat mana yang haq mana yang batil.

"Subhanallah, tangan-tangan Allah akan membimbing Bapak walaupun Pak Tata nggak Melihat, tetap semangat ya Pak Tata, haji adalah Jihad balasannya adalah surga Pak," kata Sugeng menutup perbincangan keduanya.

Multazam adalah bagian dari Ka’bah yang mulia di antara hajar aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini diyakini mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah. Semoga doanya dikabulkan Allah Pak Tata.

(van/vid)


Berita Terkait