Tegang! Demonstran Bersenjata Sempat 'Hadang' Delegasi DPR di Ramallah

Laporan dari Palestina

Tegang! Demonstran Bersenjata Sempat 'Hadang' Delegasi DPR di Ramallah

- detikNews
Minggu, 21 Sep 2014 21:38 WIB
Tegang! Demonstran Bersenjata Sempat Hadang Delegasi DPR di Ramallah
Demonstran Bersenjata (Foto : Ramdhan/detikcom)
Ramallah - Rombongan delegasi DPR ke Palestina 'disambut' aksi demonstrasi menegangkan di kota Ramallah. Sekitar 20 pria bertopeng dan berikat kepala logo faksi militan Palestina menembak-nembakkan senjata ke udara membuat perjalanan bus rombongan delegasi terhambat.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/9) sekitar pukul 17.00 waktu setempat (21.00 WIB). Rombongan delegasi baru saja selesai melakukan pertemuan dengan Ministry Economic and Development Palestina di Ramallah. Dalam perjalanan menuju kota tua (Old City) Yerusalem, bus rombongan terjebak kemacetan.

Semula tidak ada yang aneh dengan kemacetan sore itu. Namun pemandangan sejumlah pemuda yang berlarian di lajur berlawanan memunculkan rasa penasaran. Benar saja, sekelompok pemuda bertopeng, berseragam ala militer muncul dari kejauhan sambil menembak-nembakkan senjata otomatis yang dipegangnya ke udara. Mereka berjalan di tengah jalanan, membuat kemacetan panjang kendaraan yang datang dari arah Yerusalem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang membagi-bagikan kertas peringatan dalam bahasa Arab. Pemuda bersenjata yang berada di paling depan meneriakkan kata-kata dalam bahasa Arab yang tak kami pahami.

Kejadian itu sempat mengejutkan kami. Beberapa bahkan mengira akan terjadi baku tembak antar faksi-faksi di Ramallah. Apalagi situasi keamanan Palestina diberitakan belum pulih pasca serangan Israel ke Gaza.

Kami coba merekam peristiwa itu sembunyi-sembunyi. Kami sempat tegang. Namun menariknya, suasana psikologis berbeda terjadi di luar bus.

Aksi demo para militan justru tidak membuat warga Ramallah ketakutan atau berlarian bersembunyi. Anak-anak dan remaja Palestina justru berlarian bak berfestival, mereka mengikuti dari belakang aksi para militan bersenjata itu. Tidak ada toko yang ditutup. Para wanita dan ibu hanya menyaksikan dari pinggir jalan di depan rumah dan toko mereka.

Pemandu rombongan delegasi asal Yerusalem di dalam bus, Firaz Badran (35) mengatakan demonstrasi bersenjata yang dilakukan beberapa militan faksi-faksi Palestina bukan hal aneh bagi warga Tepi Barat. Seringkali mereka bertikai memperebutkan dominasi. Mereka juga kerap berdemo sambil menembakkan senjata ke udara.

"Untuk aksi ini, mereka mengancam warga Palestina yang membela atau bekerja untuk Israel akan dibunuh," kata Firaz, mengutip selebaran yang diperolehnya.

Tembakan-tembakan itu kata Firaz, untuk menakut-nakuti warga agar tidak bekerja dengan Israel. Firaz juga mengatakan, saat Israel menyerang Gaza pada Ramadan lalu, para pemuda di Tepi Barat menggelar aksi solidaritas dengan membakar salah satu pintu tembok pemisah.

Tepi Barat memang Palestina. Namun atmosfir pendudukan dan ketatnya pengawasan Israel di kota Ramallah cukup terasa. Pelayanan publik, nama-nama, check point hingga aturan keseluruhan masih dalam kontrol Israel. Meski masuk kota dengan otoritas dan keamanan dipegang Palestina, polisi di Ramallah, khususnya yang dekat pos-pos tembok pemisah tetap tidak dipersenjatai. Sehingga tidak mengherankan jika benih-benih perlawanan di kota ini masih ada.

Alhamdulillah, peristiwa itu berlangsung tak lama, sekitar 10 menit. Delegasi melanjutkan perjalanan ke kompleks Al Aqsha di kota tua Yerusalem dan pertemuan dengan calon konsul kehormatan RI.

(rmd/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads