Mahasiswa UKI yang Hilang Misterius Sudah Kembali
Sabtu, 08 Jan 2005 08:42 WIB
Jakarta - Biasanya mahasiswa yang hilang kembali dengan kondisi babak belur. Tapi tidak dengan Cecep Handoko (19) alias Ceko, mahasiswa UKI yang sempat hilang ini sudah kembali dengan selamat tanpa luka. Tapi informasi mengenai pergerakan mahasiswa sempat dikorek dengan 'cara halus'.Ceko menuturkan selama menghilang sejak pukul 21.00 WIB, Jumat 7 Desember 2004 hingga pukul 02.30 WIB, Sabtu (8/1/2005), dia diajak berputar-putar oleh seorang pria yang mengaku bernama Andi dengan menggunakan taksi."Selama dalam perjalanan, kita ngobrol-ngobrol akrab dan lancar. Ya bicara soal hobi dan musik. Saya memang suka musik. Lalu diselingi obrolan soal keluarga, teman-teman, politik dan pergerakan mahasiswa," urainya.Ceko mengaku hanyut begitu saja dalam alur pembicaraan yang berganti-ganti topik itu. Tidak ada perasaan curiga kepada Andi yang terlihat supel itu, meski sudah berjam-jam perjalanan tanpa tujuan."Laki-laki itu tidak ada tampang intel seperti dalam bayangan saya. Dia ramah. Badannya tidak tegap, malah giginya ada yang ompong. Jadi meski tidak kenal dia sebelumnya, saya merasa akrab saja. Mungkin karena dia lihai ngobrol. Saya jadi nggak sadar kalau dia mengorek-ngorek informasi," sesal Ceko dengan polos saat mendatangi kantor detikcom di Jakarta, Sabtu (8/1/2005).Menurut dia, Andi banyak bertanya soal siapa pendana aksi demonstrasi mahasiswa, di mana berkumpul, siapa-siapa saja aktivis yang berperan, dan tanggapannya soal mahasiswa-mahasiswa yang ditangkap. Karena tidak ada prasangka buruk, Ceko pun menceritakan apa adanya.Ceko dibawa mutar-mutar mulai dari Tebet, Kalibata, Cawang, Bekasi, Tebet, Hotel Sheraton, Tebet lagi, lalu Atrium Senen. Di tempat terakhir ini, Ceko ditinggalkan Andi dengan alasan mau ke ATM. Dompet dan jaket kodorai coklat Andi ditinggalkan. Ceko pun menunggu.Sekitar 30 menit kemudian, Andi tak kunjung muncul. Dompet Andi yang dibuka ternyata hanya berisi beberapa kartu nama dan foto. Akhirnya Ceko memutuskan untuk menginggalkan Atrium menuju kampusnya UKI Salemba. Ceko pun minta bantuan teman-temannya untuk membawar ongkos taksinya yang sudah bengkak hingga sekitar Rp 200 ribu itu. Sebab uang di kantongnya hanya Rp 5.000."Ke Bekasi itu ke rumah tante saya untuk minjam keyboard. Laki-laki itu yang nanya punya keyboard tidak. Saya bilang iya, lalu saya bawa ke rumah tante saya. Keyboard itu dititipkan laki-laki itu di sebuah studio di Tebet," paparnya.Keyboard itu kemudian berhasil diperoleh lagi oleh Ceko dan teman-temannya saat kembali ke studio tersebut tanpa kesulitan. Sang pemilik studio mengaku tidak kenal Andi.Ceko merupakan aktivis angkatan muda yang pernah 'tampil' pada foto headline Koran Tempo terbitan 21 Desember 2004. Saat itu dia sedang mengenakan kaos merah dan beraksi melakukan demonstrasi menentang kenaikan harga BBM dengan pemandangan ban-ban bekas yang terbakar."Sepertinya ada kaitannya dengan foto di koran itu. Saya menyesal sekali banyak bicara dengan laki-laki itu. Sekarang saya harus mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan teman-teman. Ini pelajaran buat saya agar tidak cepat percaya orang," ujarnya tertunduk lesu.
(sss/)











































