Presiden: Jangan Sampai Predikat Serambi Mekah di Aceh Hilang
Jumat, 07 Jan 2005 20:53 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau agar rekonstruksi di Aceh juga memperhatikan aspek agama agar predikatnya sebagai Serambi Mekah tidak hilang."Rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh bukan sekadar perbaikan jembatan dan bangunan yang rusak dan hancur. Tapi dibangun dengan tata ruang dan tata kota yang benar serta memperhatikan aspek agama, dan sosial budaya. Jangan sampai predikat Aceh sebagai Serambi Mekah hilang," pesan SBY.Hal itu disampaikan dia dalam acara muhadharah dan silaturahim nasional Keluarga Besar Pondok Modern Gontor untuk ukhuwah dan peduli bencana nasional di Jakarta Covention Center, Jumat (7/1/2005)."Kita harus memobilisasi semua dana, potensi yang ada di negeri kita, dan harus bertanggung jawab untuk menyatukan semua yang kita miliki untuk memulihkan dan membangun Provinsi NAD, termasuk saudara-saudara kita di sana," katanya.SBY mengajak para ulama, pimpinan dan Keluarga Besar Pondok Modern Gontor untuk bekerja sama membangun kembali daerah bencana gempa dan gelombang tsunami di Aceh, serta berjuang bersama membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan."Kita bangun secara bersama dan saya mengajak para ulama, pimpinan dan Keluarga Besar Pondok Modern Gontor. Itu yang akan kita kerjakan ke depan," ajaknya.SBY menguraikan, jumlah korban jiwa hingga hari ini berjumlah 94 ribu orang, hilang 11 ribu orang, pengungsi 550 orang, dirawat di rumah sakit 3.622 orang dan yang meninggal 32 orang.Kemudian masjid yang rusak 2.700 unit, gedung sekolah 900 unit, panjang jalan yang rusak 6.000 km dan terdapat 500 jembatan yang rusak, lalu garis pantai di Banda Aceh, Meulaboh, Aceh Jaya dan Nagan Raya berubah.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































